Advertisement

Banjir Bandang Rendam Ratusan Hektare Lahan di Solok Sumbar

Newswire
Sabtu, 29 November 2025 - 10:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Banjir Bandang Rendam Ratusan Hektare Lahan di Solok Sumbar Banjir merendam 3.076 unit rumah wargda dan ratusan hektare lahan pertanian yang tersebar di 21 desa dalam wilayah administrasi delapan kecamatan di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (24/11/2025) ANTARA - HO/BPBD Padang Pariaman

Advertisement

Harianjogja.com, SUMBAR—Ratusan hektare lahan pertanian milik warga di Nagari Aia Dingin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terendam banjir bandang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Wali Nagari Aia Dingin, Heril Wandi, mengatakan banjir bandang yang terjadi pada Kamis (27/11) sekitar pukul 12.00 WIB itu tidak hanya merusak lahan pertanian, tetapi juga menghanyutkan enam rumah warga dan enam sepeda motor.

Advertisement

“Banjir bandang berasal dari luapan air sungai setempat dan merendam dua jorong, yakni Jorong Koto dan Jorong Data,” ujarnya di Alahan Panjang, Sabtu.

Berdasarkan data sementara, satu rumah di Jorong Data dilaporkan hanyut terbawa arus dan sekitar 1.150 hektare lahan pertanian rusak terseret luapan sungai. Di Jorong Koto, banjir turut merusak 152 hektare lahan dan empat rumah warga.

Wandi menyebut warga terdampak saat ini telah mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah nagari bersama Kapolsek Lembah Gumanti telah menyalurkan bantuan berupa beras dan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir.

Selain banjir bandang, longsor juga melanda Jorong Aia Sonsang yang menimbun sejumlah lahan pertanian. Bangunan SDN 34 Aia Dingin ikut terdampak dengan munculnya retakan pada bagian sekolah.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Pemkab Solok. Namun, masyarakat kami imbau untuk bersabar menunggu bantuan karena hampir seluruh wilayah di Kabupaten Solok kini terdampak bencana hidrometeorologi,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Warga yang tinggal dekat aliran sungai sebaiknya mencari tempat lebih aman, karena tidak menutup kemungkinan terjadi luapan susulan. Kepala dusun juga telah mengumumkan imbauan kewaspadaan melalui pengeras suara di masjid,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pertamina Jaga Distribusi Energi Jawa Tengah-DIY Selama Nataru

Pertamina Jaga Distribusi Energi Jawa Tengah-DIY Selama Nataru

Jogja
| Sabtu, 29 November 2025, 10:37 WIB

Advertisement

Selandia Baru Bangun Wisata Alam yang Sehat dan Inklusif

Selandia Baru Bangun Wisata Alam yang Sehat dan Inklusif

Wisata
| Rabu, 26 November 2025, 16:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement