Advertisement
Produksi Sampah Tinggi, DKI-Jabar Diminta Sediakan Lahan PSEL
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat segera menyediakan lahan untuk pembangunan unit pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Permintaan serupa sebelumnya juga disampaikan kepada Pemprov DIY.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kementeriannya telah melayangkan surat kepada masing-masing pemerintah daerah untuk mempercepat penyediaan lahan sebagai syarat utama pembangunan fasilitas tersebut.
Advertisement
“Untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat memang tidak punya lahan. Jadi kami akan mendorong DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk segera menyiapkan lahannya,” jelasnya di Tangerang, Selasa.
Hanif menyebutkan KLH juga telah menurunkan tim khusus untuk melakukan verifikasi ulang usulan pendirian PSEL di Jakarta dan Bandung Raya.
BACA JUGA
“Setelah disepakati dalam rakortas, kita akan turunkan tim untuk dilakukan verifikasi ulang,” tuturnya.
Menurut dia, teknologi waste to energy menjadi solusi krusial untuk mengatasi persoalan sampah di dua wilayah tersebut. Volume sampah yang dihasilkan setiap hari dinilai terlalu besar untuk ditangani tanpa dukungan teknologi energi terbarukan.
“DKI Jakarta memiliki sampah 8.000 ton per hari. Itu tidak mungkin tanpa waste to energy. Bandung Raya saja berkontribusi 5.000 ton per hari,” ungkapnya.
Sebelumnya KLH menyampaikan rencana pembangunan PSEL di Jakarta dan Bandung Raya masih terkendala keterbatasan lahan dan akses air. Padahal, kebijakan pembangunan PSEL sudah didukung Peraturan Presiden No.109/2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Namun karena belum tersedianya lahan dan minimnya pasokan air yang dibutuhkan untuk operasional, kedua daerah tersebut hingga kini belum dapat direkomendasikan sebagai lokasi PSEL.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Suara Ibu Indonesia Desak Negara Lindungi Aktivis dari Teror Air Keras
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- HUT ke-271 DIY, Ketua Komisi A DPRD DIY Dorong Pengentasan Kemiskinan
- Jadwal Imsak, Subuh hingga Buka Puasa Jogja Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026 dari Palur hingga Tugu
- Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 14 Maret 2026 dari Tugu ke Palur
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026, Cek Rutenya
- 5 Aplikasi Saham Terpercaya untuk Pemula 2026
Advertisement
Advertisement







