Advertisement
Rusia Resmi Bentuk Pasukan Drone sebagai Cabang Militer Baru
Foto ilustrasi drone. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Rusia mengumumkan pembentukan Pasukan Sistem Nirawak sebagai cabang baru angkatan bersenjata, menandai meningkatnya peran drone dalam strategi militer modern. Struktur organisasi, komandan utama, serta unit operasional telah dibentuk, sementara pelatihan spesialis dan pendirian lembaga pendidikan khusus drone tengah dipersiapkan.
Wakil kepala cabang baru tersebut, Sergey Ishtuganov, mengatakan Pasukan Sistem Nirawak atau Unmanned System Troops telah dibentuk di Angkatan Bersenjata Rusia.
Advertisement
Ishtuganov menuturkan bahwa struktur organisasi bagi cabang baru ini telah dirampungkan dan komandan utamanya telah ditunjuk, meskipun tanpa mengungkapkan detail lebih jauh. Ia menambahkan bahwa unit administrasi militer, resimen operasional, serta berbagai unit pendukungnya juga telah dibentuk.
“Operasi tempur unit sistem nirawak dijalankan mengikuti rencana terpadu dan dikoordinasikan dengan unit lain dalam gugus tugas,” kata Ishtuganov seperti dikutip Anadolu, Minggu (16/11/2025).
BACA JUGA
Dia menekankan bahwa perluasan unit yang ada dan pembentukan unit baru terus berjalan.
Menurutnya, para spesialis sedang menjalani pelatihan di sejumlah lembaga, termasuk institusi pendidikan di bawah Kementerian Pertahanan dan pusat pelatihan militer yang berafiliasi dengan universitas sipil.
“Selain itu, pekerjaan untuk membentuk institusi pendidikan militer tinggi khusus bagi Pasukan Sistem Nirawak kini tengah berlangsung,” ujarnya.
Pada Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan dalam sebuah pertemuan di Moskow bahwa pemerintah tengah mempersiapkan pembentukan pasukan sistem nirawak sebagai cabang terpisah dalam angkatan bersenjata.
Drone memainkan peran strategis dalam perang Ukraina, yang masih berlangsung meski berbagai upaya diplomatik—termasuk yang dipimpin Presiden AS Donald Trump—belum menghasilkan terobosan berarti.
Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina Andrii Kovalenko mengatakan bahwa Rusia “meniru pendekatan efektif Ukraina” setelah unit UAV Angkatan Bersenjata Ukraina terbukti beroperasi “sangat efisien.”
“Rusia bukan hanya menyalin, tetapi berupaya memperbesar skala inovasi kami dalam jumlah besar. Tentu saja ini menjadi ancaman,” ujar Kovalenko seperti dikutip Kyiv Independence.
Kovalenko mengatakan saat ini Ukraina masih berada selangkah di depan dalam pengembangan UAV. Namun pada saat yang sama, semakin terlihat jelas betapa jauhnya ketertinggalan angkatan bersenjata NATO di Eropa.
Beragam drone udara, laut, dan darat telah dikembangkan Ukraina dan sering digunakan dengan hasil signifikan untuk misi pengintaian, pertempuran, hingga berbagai operasi teknis lainnya selama invasi besar-besaran Rusia.
Tahun ini, Ukraina menargetkan produksi 1 juta unit drone, di luar ribuan perangkat tambahan yang dijanjikan para mitra internasional.
Militer Ukraina telah muncul sebagai pelopor dalam teknologi drone, memanfaatkan inovasi untuk mengimbangi dan menggoyahkan keunggulan logistik serta jumlah yang dimiliki Rusia.
Drone udara digunakan untuk menabrak helikopter Rusia atau menjatuhkan logam panas ke posisi musuh, sementara drone laut memainkan peran kunci dalam merusak dominasi Moskow di Laut Hitam.
Rusia juga menggunakan kemampuan drone secara masif sepanjang invasi, baik di garis depan maupun dalam serangan terhadap kota-kota serta infrastruktur penting Ukraina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
Advertisement
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Gunungkidul, Warga DIY Rasakan Getaran
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat
- PSIM vs Persebaya, Van Gastel Soroti Pelatih Baru Bernardo Tavares
- Kenali Tanda Kekurangan Zat Besi yang Kerap Tak Disadari
- Angin Kencang di Bantul, 11 Pohon Tumbang, Fasilitas Umum Rusak
- Ratusan Rumah di Jogja Masih Buang Limbah Domestik ke Sungai
- Tim Para Renang Indonesia Panen Tujuh Emas dan Dua Rekor di APG
- Kecelakaan Kena Puntung Rokok, Mahasiswa UMY Ajukan Uji Materi UU LLAJ
Advertisement
Advertisement



