Advertisement
Trump Bilang Ukraina Siap Rebut Kembali Wilayahnya
Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGHTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (23/9) membuat unggahan di media sosial yang menyebut bahwa dirinya yakin Ukraina, dengan dukungan dari Eropa dan NATO, "siap untuk melawan dan merebut kembali seluruh wilayahnya ke kondisi awal."
Pernyataan tersebut menandakan perubahan drastis dalam sikap Gedung Putih terkait konflik Rusia-Ukraina sejak Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama berbulan-bulan untuk membuat konsesi guna mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Rusia, mengeklaim bahwa Kiev "tidak memiliki peluang" dalam negosiasi tersebut.
Advertisement
"Setelah mengetahui dan memahami sepenuhnya situasi militer dan ekonomi Ukraina/Rusia, dan setelah melihat masalah ekonomi yang ditimbulkannya terhadap Rusia, saya yakin Ukraina, dengan dukungan Uni Eropa, siap untuk melawan dan merebut kembali wilayahnya ke kondisi awal," tulis Trump di Truth Social.
"Dengan waktu, kesabaran, dan dukungan finansial dari Eropa, khususnya NATO, batas-batas awal yang merupakan titik mula dimulainya perang ini, sangat mungkin diwujudkan," kata Trump.
"Kami akan terus memasok senjata ke NATO agar NATO dapat melakukan apa yang mereka inginkan dengan senjata tersebut," ujar Trump.
BACA JUGA:Â Zelenskyy Tolak Usulan Penyelesaian Konflik Berkaca Semenanjung Korea
Saat bertemu dengan Zelensky di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City sebelumnya pada Selasa yang sama, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa negara-negara NATO harus menembak jatuh jet Rusia yang melanggar wilayah udara mereka.
Dalam sebuah surat tertanggal Sabtu (20/9) yang ditujukan kepada presiden Dewan Keamanan PBB, Estonia mengeklaim bahwa tiga pesawat tempur MiG-31 Rusia masuk hingga 10 kilometer ke dalam wilayah udara Estonia dan terus berada di wilayah udara mereka selama 12 menit pada Jumat (19/9).
Dmitry Polyanskiy, deputi pertama dari perwakilan tetap Rusia untuk PBB, membantah bahwa jet Rusia telah melanggar wilayah udara Estonia dan menuduh negara-negara Eropa sengaja menyebarkan Russophobia (kebencian terhadap Rusia).
Geng Shuang, deputi perwakilan tetap China untuk PBB, pada Senin (22/9) mengatakan bahwa China mendesak pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri, mengklarifikasi fakta dan menghilangkan keraguan melalui dialog dan komunikasi, menghindari kesalahpahaman dan kesalahan penilaian, serta mencegah ketegangan meluas atau meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara - Xinhua
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Arus Balik Long Weekend, 30 Ribu Penumpang Padati Daop 6 Jogja
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Inter Milan Menang Tipis di Kandang Udinese, Lautaro Penentu Tiga Poin
- Liverpool Kembali Gagal Menang, Liga Inggris Pekan ke-22 Penuh Kejutan
- TNI AU Kerahkan H225M Cari Pesawat ATR IAT Hilang Kontak
- Arsenal Tertahan Tanpa Gol di Markas Forest, Gagal Menjauh
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement



