Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Tercapai, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Newswire
Newswire Senin, 15 Juni 2026 09:07 WIB
Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Tercapai, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai. Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai bagian dari langkah lanjutan setelah tercapainya kesepakatan tersebut.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Meski menyatakan kesepakatan telah rampung, Trump belum mengungkap secara rinci isi perjanjian maupun mekanisme pelaksanaannya.

Dalam unggahannya, Trump menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses negosiasi. Ia juga menegaskan telah memberikan izin penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya serta mengakhiri blokade laut yang sebelumnya diberlakukan Amerika Serikat.

"The Deal with the Islamic Republic of Iran is now complete. Congratulations to all!" tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.

"Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tambahnya.

Trump turut memberikan sinyal bahwa aktivitas pelayaran internasional dan distribusi energi melalui jalur perairan strategis tersebut akan kembali berjalan normal setelah kesepakatan diberlakukan. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump.

Meski demikian, pemerintah Iran belum memberikan rincian lengkap mengenai implementasi kesepakatan tersebut. Sejumlah laporan media internasional menyebut dokumen final perjanjian masih menunggu proses penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss.

Pakistan Sebut Operasi Militer Dihentikan

Secara terpisah, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif , mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian perundingan intensif. Pakistan diketahui menjadi salah satu mediator penting dalam proses negosiasi kedua negara tersebut.

"Following intensive talks, we are pleased to announce that the Peace Deal between the United States of America and Islamic Republic of Iran has been REACHED," kata Sharif melalui unggahan di platform X.

Sharif menyebut kedua negara telah menyepakati penghentian seluruh operasi militer secara segera dan permanen di berbagai wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Pernyataan tersebut menjadi salah satu indikasi penting bahwa kesepakatan tidak hanya menyangkut pembukaan Selat Hormuz, tetapi juga upaya meredakan ketegangan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Ia menambahkan bahwa "kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon."

Menurut Sharif, sejumlah pertemuan teknis akan digelar dalam beberapa hari ke depan untuk mempersiapkan implementasi kesepakatan sebelum penandatanganan resmi dilakukan di Swiss pada 19 Juni mendatang.

Meski kesepakatan ini disambut positif oleh pasar global dan memicu penurunan harga minyak dunia, sejumlah isu strategis seperti program nuklir Iran dan pembahasan lanjutan terkait sanksi masih dilaporkan akan menjadi agenda negosiasi berikutnya setelah penandatanganan resmi dilakukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online