Advertisement
Banjir Bali Renggut 17 Nyawa, Kerusakan Meluas ke Empat Kabupaten
Warga berjalan menerobos banjir yang menggenangi kawasan Legian, Kuta, Badung, Bali, Senin (6/12/2021). ANTARA - Naufal Fikri Yusuf.
Advertisement
Harianjogja.com, DENPASAR—Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Bali menelan 17 korban jiwa hingga Sabtu (13/9/2025). Selain menimbulkan kerusakan infrastruktur, musibah ini mendapat perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto yang turun langsung meninjau penanganan darurat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 11 orang korban meninggal dunia berasal dari Kota Denpasar, 3 orang di Kabupaten Gianyar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, dan 1 orang di Kabupaten Badung. Selain korban jiwa, banjir juga merusak jalan, jembatan, serta puluhan rumah warga.
Advertisement
Banjir ini dipicu oleh hujan lebat ekstrem yang berasal dari fenomena gelombang equatorial Rossby sejak awal pekan. Gubernur Koster menyebutkan bahwa penanganan darurat saat ini terus berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Musibah ini juga disorot oleh pemerintah pusat, bahkan Presiden Prabowo Subianto datang langsung ke Bali bertemu korban banjir dan meninjau penanganan pasca banjir.
BACA JUGA: 5 Destinasi Wisata Keluarga Favorit di Jogja, dari Edukasi hingga Alam
Presiden Prabowo berjanji membantu seluruh perbaikan atas kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat akibat banjir bandang. Gubernur Koster pun menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat bersinergi mempercepat pemulihan Bali pasca bencana
Fokus utama pemerintah adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, evakuasi berjalan cepat, dan infrastruktur vital segera dipulihkan.
Orang nomor satu di Indonesia itu menekankan agar seluruh proses penanganan bencana dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh. Kunjungan Presiden di lokasi banjir menunjukkan keseriusan pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian terkait untuk menangani bencana dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Prabowo berjalan melintasi gang-gang perumahan kemudian menghampiri dan duduk bersama para warga yang terdampak banjir.
“Ya nanti kita bantu ya,” jawab Prabowo.
Banjir ini juga menimbulkan 154,65 Ton sampah. Terdiri atas potongan kayu dan pohon tumbang, sampah organik, serta sampah anorganik seperti beton, lumpur, plastik, logam, kain, kaca, dan karet. Tidak sedikit pula ditemukan limbah B3 yang berasal dari barang hanyut maupun bangunan yang roboh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







