Advertisement
Prabowo Rombak Kabinet, Ini Reaksi Para Ketum Partai
Presiden Prabowo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran Kabinet Merah Putih dengan melantik sejumlah menteri baru di Istana Negara. Pergantian ini menuai beragam respons dari pimpinan partai politik yang menjadi mitra koalisi pemerintah.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Gus Imin menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden sepenuhnya.
Advertisement
BACA JUGA: Prabowo Reshuffle Lima Menteri
Dia mengaku tidak tahu-menahu soal spekulasi pergantian menteri karena kasus viral permainan domino. “Semua kan kewenangan Presiden. Saya nggak tahu. Setiap kabinet adalah kewenangan Presiden,” ujar Gus Imin.
Sikap senada disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Menurutnya, dugaan kaitan reshuffle dengan isu permainan domino yang melibatkan sejumlah pejabat telah dijelaskan oleh pihak terkait.
“Ya kan sudah ada penjelasan dari mereka ya,” kata Zulhas.
Ketika ditanya apakah itu menjadi alasan pencopotan, dia kembali menekankan bahwa sudah ada penjelasan dari menteri yang bersangkutan. “Ya kan sudah ada penjelasan dari Raja Juli,” ujar Zulhas.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menekankan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Dia menegaskan partai hanya sebatas memberikan rekomendasi, sementara penunjukan dan pencopotan menteri menjadi hak prerogatif kepala negara.
“Itu kan hak prerogatif Bapak Presiden ya. Menyangkut pelantikan menteri maupun pencopotan reshuffle, itu hak prerogatif beliau, karena itu kita hargai,” ucap Bahlil.
Golkar sendiri mendapat tambahan kursi setelah Mukhtarudin dilantik sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Namun Bahlil menolak menyebut hal itu sebagai bentuk “tukar guling” jabatan.
“Sekali lagi, itu hak prerogatif Bapak Presiden. Kami dari partai hanya merekomendasikan, tapi keputusan tetap pada Presiden. Saya tidak mengatakan ditukar, tapi ini penugasan dari Bapak Presiden,” katanya.
Mengenai isu pencopotan pejabat karena kasus domino, Bahlil menegaskan dirinya tidak tahu-menahu.
“Saya tidak tahu. Itu adalah prerogatif Bapak Presiden,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Bahlil mengamini telah memberikan nama untuk kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang sebelumnya ditempati oleh Dito Ariotedjo."Sudah [saya berikan namanya]," pungkas Bahlil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
Advertisement
Advertisement







