Advertisement
Anggaran Dicoret, DPRD Jabar Setop Dinas ke Luar Negeri
Ilustrasi gedung DPRD. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANDUNG—Anggaran perjalanan dinas ke luar negeri dicoret Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Selain itu anggaran perjalanan dinas ke luar provinsi pada 2025 juga dikurangi.
Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa mengatakan, anggaran itu nantinya akan direalokasikan kepada kebutuhan-kebutuhan masyarakat lainnya yang sudah diprogramkan Pemerintah Provinsi Jabar.
Advertisement
"Kalau ke luar negeri dan kemudian juga perjalanan dinas ke luar provinsi kan baru sekarang dibicarakan untuk tidak mengadakan perjalanan ke luar provinsi lalu anggarannya kita masukkan ke tadi kebutuhan-kebutuhan yang juga di kerjakan dengan pemerintah provinsi," kata Buky di Gedung Sate, Bandung, Senin (1/9/2025).
Dia memastikan, selain perjalanan dinas ke luar provinsi, anggaran untuk perjalanan ke luar negeri juga akan direalokasikan sementara waktu sehingga pada tahun ini tidak ada anggota DPRD Jabar melakukan perjalanan dinas ke luar provinsi dan luar negeri.
"Pokoknya kami tidak ada kunjungan ke luar negeri dan mengambil apa anggaran-anggaran keluar provinsi itu kami realokasikan," kata Buky.
Disinggung mengenai total berapa realokasi anggaran dari perjalanan dinas luar negeri dan luar provinsi, Buky belum dapat memastikan.
"Masih berjalan. Kami masih menghitung termasuk juga kalau nanti kan ada perhitungan dana SILPA ya gitu. Jadi gitu. Jadi nanti kita akan masih hitung," jelasnya.
BACA JUGA: Muncul Seruan Jogja Milik Kita Mari Jaga Bersama
Adapun, untuk tunjangan-tunjangan anggota DPRD Provinsi Jabar apakah akan ikut direalokasikan atau seperti apa, Buky memastikan pihaknya tidak menerima kenaikan dan penyesuaian pada tahun ini.
"Ya, kalau kami memang enggak ada kenaikan apa-apa gitu. Enggak ada, enggak pernah ada pembicaraan untuk kenaikan tunjangan," ucapnya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat MQ Iswara juga memastikan besaran realokasi ini masih belum diketahui. Namun, yang pasti akan dialihkan ke beberapa kebutuhan masyarakat.
"Intinya sih tadi kami akan mengefisienkan itulah. Kunjungan kerja ke luar negeri kita coret semua sekali, yang ke luar provinsi kita kurangi. Jadi, kita akan lebih banyak mungkin nanti akan lebih banyak di daerah pemilihan," katanya.
Secara umum, kebutuhan realokasi untuk masyarakat di Jabar ini sekitar Rp150 miliar, baik program BPJS Ketenagakerjaan untuk ojek online (ojol), kemudian pembangunan dan beberapa lainnya. Namun, Iswara menegaskan angka itu tidak semuanya dipenuhi dari realokasi perjalanan dinas dewan.
"Belum, posisi per hari ini baru Rp2 miliar per hari ini ya. Kami masih berjalan ini per hitungan. Itu termasuk anggaran untuk perjalanan anggota DPRD Provinsi Jabar ke luar negeri," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Baru Terima SK, Puluhan ASN Gunungkidul Diminta Turun ke Warga
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Mensos Bakal Sanksi 2.708 Pegawai Kemensos Bolos Kerja Usai Lebaran
- Merasa Difitnah Menteri HAM Natalius Pigai Siapkan Langkah Hukum
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
- Pengurus PB HMI Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Pelecehan
- KPK Tegaskan Prosedur Pengalihan Tahanan Yaqut Cholil Qoumas Sah
Advertisement
Advertisement







