Polri Usut Beras Fortifikasi, 5 Merek Diduga Tak Sesuai Label
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Ilustrasi - Pemukim ilegal Israel di Tepi Barat. ANTARA/Anadolu/py.
Harianjogja.com, ISTANBUL - Kementerian Luar Negeri Palestina, Sabtu (12/7) menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan aksi teror yang biadab oleh pemukim ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Seruan tersebut disampaikan setelah dua pemuda Palestina tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pemukim ilegal di kota Sinjil, wilayah utara Ramallah, Jumat (11/7) malam.
Salah satu korban, Saif al-Din Kamel Abdul Karim Muslat (23 tahun), adalah warga negara ganda Palestina-Amerika yang tewas akibat dipukuli oleh pemukim ilegal.
Korban lainnya, Mohammed al-Shalabi (23 tahun), meninggal dunia setelah tertembak di bagian dada. Kementerian Kesehatan Palestina telah mengonfirmasi kedua kematian tersebut.
BACA JUGA: Bentrokan Warga dengan Kelompok Pesilat di Tamantirto Bantul, 4 Orang Terluka
Kementerian menyerukan kepada komunitas internasional untuk “mengakhiri standar ganda” dalam menyikapi penderitaan rakyat Palestina, serta mengambil “langkah-langkah yang diperlukan guna menegakkan resolusi legitimasi internasional dan menghentikan kejahatan teroris milisi pemukim di Tepi Barat.”
Kementerian juga menyoroti aksi pembakaran rumah-rumah warga Palestina dan puluhan korban luka-luka dalam serangan pada Jumat malam itu.
Kejahatan pemukim ilegal digambarkan sebagai bentuk “terorisme negara yang terorganisir” yang selaras dengan kebijakan resmi Israel, dengan tujuan memperluas kolonisasi melalui dukungan dan perlindungan terhadap kelompok militan pemukim.
Kementerian menegaskan perlunya tindakan segera untuk “meminta pertanggungjawaban organisasi pemukim ilegal, menuntut mereka secara hukum, dan menjatuhkan sanksi langsung terhadap pihak-pihak yang mendukung dan melindungi mereka, baik secara politik maupun militer.”
Menurut Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Palestina, jumlah pemukim ilegal di Tepi Barat telah mencapai sekitar 770.000 orang hingga akhir 2024.
Mereka tersebar di 180 permukiman ilegal dan 256 pos permukiman ilegal, termasuk 138 yang diklasifikasikan sebagai pos pertanian dan penggembalaan.
Komisi tersebut juga mencatat adanya 2.153 serangan oleh pemukim ilegal hanya dalam paruh pertama tahun ini, yang mengakibatkan tewasnya empat warga Palestina.
Sejak dimulainya perang genosida Israel di Jalur Gaza, setidaknya 998 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 7.000 lainnya terluka di Tepi Barat akibat kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan para pemukim ilegal, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam opini hukumnya yang bersejarah pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan pengosongan seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Yamaha MT-125 model 2027 mendapat desain baru, jok revisi, dan layar TFT 5 inci. Apakah pembaruan ini menjadi petunjuk untuk MT-15?
Gen Z dan milenial punya kebiasaan finansial berbeda, mulai dari belanja impulsif hingga pilihan tempat tinggal. Simak lima perbedaannya.
Airbnb membatasi tugas kebersihan yang boleh diminta host kepada tamu mulai 20 November 2026. Simak aturan baru dan pengecualiannya.
HP Android sulit bertahan hingga 10 tahun karena baterai, performa, dan pembaruan keamanan. Simak kapan harus servis atau ganti ponsel.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan peringatan Hari Santri bukan sekadar momentum mengenang perjuangan ulama dan santri