Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Peluru kendali balistik milik Iran, Fateh 110, saat diuji coba beberapa waktu lalu. – Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA—Iran dilaporkan telah memiliki rencana mengerikan jika AS ikut campur dalam pertempuran mereka melawan Israel.
BACA JUGA: Donald Trump Beri Ultimatum ke Iran untuk Menyerah Tanpa Syarat
The New York Times melaporkan bahwa Iran telah menyiapkan rudal dan peralatan lain untuk menyerang pangkalan AS di Timur Tengah jika Amerika Serikat bergabung dalam perang Israel melawan Teheran.
Rencana ini muncul setelah Presiden Donald Trump menyerukan "penyerahan diri sepenuhnya" Iran, dengan alasan kemungkinan membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Ya, Trump beberapa waktu lalu seolah mengatakan bahwa Ali Khamenei akan menjadi target jika serangan Iran tak kunjung dihentikan.
“Kami tahu persis di mana yang disebut “Pemimpin Tertinggi” itu bersembunyi. Ia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana - Kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya untuk saat ini. Namun, kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil, atau tentara Amerika. Kesabaran kami sudah menipis. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tulis Trump di Truth Social pada hari Selasa.
Namun yang menarik, Washington belum mengonrmasi apakah akan bergabung dalam perang melawan Iran dan membantu Israel.
Laporan itu juga menyebut bahwa Iran siap menyerang pangkalan AS di Timur Tengah.
Amerika Serikat telah mengirim sekitar tiga lusin pesawat pengisian bahan bakar ke Eropa yang dapat digunakan untuk membantu jet tempur melindungi pangkalan Amerika atau untuk menyerang target Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Kerusuhan Prancis pada 17 Oktober berdampak pada 1.500 gerai ritel, dengan kerugian sektor perdagangan diperkirakan ratusan juta euro.
Palangka Raya memperpanjang status darurat karhutla hingga 9 November 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan terdampak kabut asap.
Paus Leo XIV kembali tampil di Vatikan setelah operasi paru-paru. Pemeriksaan jaringan mengonfirmasi adanya adenokarsinoma paru-paru.
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Rusia mendukung upaya negara GCC mencegah perang di Timur Tengah. Sergey Lavrov mengusulkan pembaruan konsep keamanan kolektif kawasan Teluk.