Satgas Debottlenecking Terima 142 Aduan Investasi di RI
Satgas debottlenecking pemerintah menerima 142 aduan hambatan usaha hingga Mei 2026 dan menyelesaikan 45 kasus investasi.
Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perundingan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan, membuat nasib gencatan senjata dua pekan masih menggantung dan penuh ketidakpastian.
Pembicaraan yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) itu berjalan panjang hingga sekitar 24–25 jam. Namun, sejumlah isu utama seperti nuklir dan Selat Hormuz tetap menjadi pengganjal utama yang belum terpecahkan.
Untuk memudahkan memahami situasi terkini, berikut poin penting dari perkembangan terbaru:
Konteks Serangan ke Iran
Konflik memanas sejak akhir Februari setelah serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat menargetkan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah di kawasan.
Ketegangan tersebut sempat mengancam jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz dan memicu gejolak harga minyak dunia.
Dalam proposalnya, Iran mengajukan 10 poin tuntutan, mulai dari penghentian operasi militer AS hingga pencabutan sanksi. Sementara Amerika Serikat menawarkan 15 poin yang lebih menitikberatkan pada aspek keamanan dan pembatasan nuklir.
Perbedaan pendekatan ini membuat negosiasi sulit menemukan titik temu. Iran menginginkan kesepakatan permanen, sedangkan Amerika Serikat memilih langkah bertahap.
Meski demikian, peluang dialog masih terbuka. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bagaei menilai wajar jika kesepakatan belum tercapai dalam satu pertemuan.
Pengamat hubungan internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menyebut solusi realistis hanya bisa dicapai jika Iran memperoleh jaminan keamanan dan kedaulatan.
“Jadi, titik tengahnya dicapai, ya, kalau Iran mendapatkan jaminan keamanan dan kedaulatan,” katanya.
Ia juga menilai mekanisme pengawasan bersama di Selat Hormuz dalam kerangka internasional bisa menjadi jalan tengah.
Di tengah kebuntuan ini, rencana blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz justru berpotensi memperbesar ketegangan, sekaligus menguji keberlanjutan gencatan senjata yang masih jauh dari kata aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Satgas debottlenecking pemerintah menerima 142 aduan hambatan usaha hingga Mei 2026 dan menyelesaikan 45 kasus investasi.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!