Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, AS Jatuhkan Sanksi ke Iran
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump./REUTERS
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran. Trump memperingatkan kemungkinan operasi militer berskala besar apabila upaya diplomasi terkait program nuklir Teheran tidak menghasilkan kesepakatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan setelah menghadiri sebuah acara di Ruang Oval. Ia mengisyaratkan pemerintahannya siap mengambil tindakan militer jika Iran tetap menolak mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir.
Trump juga menyoroti Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional dan memiliki peran penting dalam distribusi minyak global.
Berikut empat poin ancaman terbaru Trump terhadap Iran:
1. Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz
Trump mengklaim Angkatan Laut AS telah mengamankan Selat Hormuz sepenuhnya. Menurutnya, jalur strategis tersebut kini berada di bawah kendali angkatan laut AS.
“Kami telah sepenuhnya membersihkan ranjau. Selat Hormuz saat ini terbuka dan 100 persen berada di bawah kendali angkatan laut kami,” kata Trump.
Ia juga mengatakan hanya kapal tanker yang mendapatkan izin dari pemerintah AS yang diperbolehkan melintasi kawasan tersebut.
Pernyataan itu menunjukkan meningkatnya tekanan militer Washington terhadap Teheran di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Teluk Persia.
Gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi berdampak besar terhadap perdagangan energi global karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.
2. Trump Isyaratkan Operasi Militer Besar
Trump juga menegaskan AS memiliki kemampuan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran apabila jalur diplomasi gagal.
“Anda akan segera melihatnya,” ujar Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan tindakan lebih lanjut terhadap Iran.
“Jika kita ingin melakukannya, kita memiliki kemampuan untuk melakukannya,” lanjutnya.
Trump tidak merinci bentuk operasi militer yang dimaksud, termasuk skala maupun waktu pelaksanaannya. Namun, pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap kemungkinan eskalasi konflik antara Washington dan Teheran.
Ancaman itu muncul ketika pembicaraan mengenai program nuklir Iran masih menghadapi kebuntuan, terutama terkait aktivitas pengayaan uranium yang dilakukan Teheran.
3. Iran Disebut Menghadapi Tekanan Ekonomi
Selain kemampuan militer, Trump menyoroti kondisi ekonomi Iran. Ia menyebut perekonomian negara tersebut berada dalam kondisi rapuh.
Trump bahkan mengklaim pemerintah Iran mengalami kesulitan membayar personel militernya.
Meski demikian, Trump mengakui Iran masih memiliki kemampuan untuk menciptakan gangguan di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena konflik militer di sekitar Teluk Persia berpotensi mengganggu jalur perdagangan sekaligus pasokan energi dunia.
4. Dampak Ketegangan AS-Iran Bisa Meluas
Ketegangan antara AS dan Iran juga berpotensi memberikan dampak kepada negara-negara lain di kawasan, termasuk Turki.
Gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz dapat meningkatkan biaya energi dan memberikan tekanan ekonomi kepada negara-negara yang bergantung pada impor energi melalui jalur laut.
Pemerintah Turki selama ini mendorong penyelesaian konflik regional melalui diplomasi. Ankara juga menyerukan pihak-pihak yang terlibat untuk menahan diri dan mengutamakan dialog dibandingkan tindakan militer.
Jika perundingan nuklir Iran kembali menemui jalan buntu dan ancaman Trump benar-benar diwujudkan, eskalasi konflik berpotensi meluas. Dampaknya bukan hanya terhadap Iran dan AS, tetapi juga terhadap stabilitas keamanan kawasan serta pasar energi global.
Apakah ini mengarah ke Perang Dunia III? Ancaman Trump menunjukkan risiko eskalasi yang serius, tetapi pernyataan tersebut saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa konflik AS-Iran akan berkembang menjadi Perang Dunia III.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.