Advertisement

Ratusan Ribu Warga Amerika Serikat Demo Memprotes Donald Trump dan Elon Musk

Newswire
Minggu, 06 April 2025 - 17:57 WIB
Maya Herawati
Ratusan Ribu Warga Amerika Serikat Demo Memprotes Donald Trump dan Elon Musk Aksi protes warga Amerika Serikat menolak kebijakan Presiden Donald Trump dan Elon Musk, Sabtu (5/4/2025) waktu setempat atau Minggu (6/4/2025) waktu Indonesia. - X - Aletweetsnews

Advertisement

Harianjogja.com, WASHINGTON—Aksi demonstrasi dilakukan ratusan ribu warga Amerika Serikat untuk memprotes kebijakan Presiden Donald Trump dan Elon Musk, Sabtu (5/4/2025) waktu setempat atau Minggu (5/4/2025) waktu Indonesia.

Elon Musk, pengusaha teknologi itu kini menjabat sebagai penasihat senior sekaligus memimpin lembaga tidak resmi bernama Department of Government Efficiency (DOGE).

Advertisement

DOGE berperan besar dalam langkah besar-besaran merampingkan pemerintahan federal AS. Aksi unjuk rasa tersebut mengusung slogan utama Hands Off atau seruan Jangan Ikut Campur.

BACA JUGA: Terdampak Tol Jogja-Solo, Dua Masjid dan Satu Sekolah di Sleman Bakal Direlokasi

Aksi protes berskala nasional itu digelar di hampir 1.000 lokasi, termasuk di kota-kota besar seperti Washington, DC, New York City, dan Boston. Menurut penyelenggara, jumlah massa mencapai ratusan ribu orang.

Para demonstran membawa berbagai poster bertuliskan pesan seperti “Fasisme tidak punya tempat di sini,” “AS bukan kerajaan,” dan “Jangan ganggu demokrasi kami.”

Banyak pengunjuk rasa secara eksplisit menyoroti peran Trump dan Musk, dengan poster bertuliskan “Tidak ada yang memilih Elon Musk” dan “Tak butuh Raja, Diktator, Fasis, maupun Muskrat.”

Aksi itu digagas oleh gerakan bernama 50501, yang merujuk pada misi mereka: “50 aksi protes, di 50 negara bagian, dalam satu gerakan.”

Melalui media sosial, mereka menyerukan perlawanan dengan pesan: “Donald Trump dan Elon Musk berpikir bahwa negeri ini milik mereka. Mereka mengambil semua yang bisa mereka kuasai dan menantang dunia untuk menghentikan mereka.”

“Jika kita tidak melawan sekarang, maka takkan ada lagi yang bisa diselamatkan,” bunyi salah satu materi kampanye gerakan tersebut.

Poster-poster lain juga menyuarakan berbagai isu, seperti: “Jangan ganggu jaminan sosial, Medicare, sekolah, dan sekutu-sekutu kami,” serta “Jangan ganggu Ukraina, Sudan, Palestina, Republik Demokratik Kongo, dan Haiti.”

Anggota Kongres dari Maryland, Jamie Raskin, turut berorasi dalam aksi di ibu kota AS. Ia menyerukan agar pemerintahan Trump “melepaskan” klaim terhadap negara-negara merdeka seperti Kanada, Greenland, dan Panama.

“Pers punya hak menyebut Teluk Meksiko sebagai Teluk Meksiko,” ujarnya, mengkritik langkah pemerintah yang ingin mengganti nama wilayah itu menjadi “Teluk Amerika” dan memaksa media mengikuti narasi tersebut.

Aksi tersebut merupakan demonstrasi nasional keempat yang diselenggarakan oleh gerakan 50501, setelah sebelumnya menggelar protes pada 5 Februari, 17 Februari, dan 4 Maret 2025.

Menurut Kay Evert, salah satu penggagas gerakan, 50501 berawal dari diskusi di platform Reddit sebelum kemudian mendapat dukungan dari berbagai organisasi aktivis yang sudah mapan. Subreddit r/50501 kini memiliki lebih dari 246.000 anggota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

DPRD DIY Siapkan Perda Pengelolaan Perfilman

Jogja
| Senin, 07 April 2025, 20:57 WIB

Advertisement

alt

Warung Makan Jagoan Mahasiswa UII Jogja

Wisata
| Jum'at, 04 April 2025, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement