OPINI: Pemilu Serbia dan Brasil: Gelombang Antikemapanan Lintas Benua?
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
Jalan alternatif Klaten-Gunungkidul di wilayah Kecamatan Wedi, Klaten, yang mengarah ke tanjakan Clongop, Gunungkidul, DIY, rusak parah. Warga yang kesal karena tak kunjung diperbaiki pun menanami jalan tersebut dengan pohon sebagai bentuk protes. /Espos.
Harianjogja.com, KLATEN—Jalan alternatif Klaten-Gunungkidul di wilayah Kecamatan Wedi, Klaten, yang mengarah ke tanjakan Clongop, Gunungkidul, DIY, rusak parah. Warga yang kesal karena tak kunjung diperbaiki pun menanami jalan tersebut dengan pohon sebagai bentuk protes.
Kerusakan itu disebabkan karena dilintasi truk pengangkut tanah uruk untuk proyek jalan tol Jogja-Solo. Dilansir Espos, Minggu (23/3/2025), pohon pisang ditanam warga di wilayah Desa Pasung serta Kadilajo, Kecamatan Wedi. Pohon ditanam di jalan yang berlubang. Selain itu, ada tulisan bernada protes soal kondisi jalan tersebut.
Di antaranya tulisan “Wisata Jalan Berlubang” yang dipasang di depan pohon pisang di tengah jalan ruas wilayah Kadilanggon. Selain itu tulisan “Rem Booss”, “Pastikan Kendaraan Anda Bisa Terbang Lewat Sini", serta “Korban Proyek”.
Salah satu warga Kadilanggon, Wedi, Klaten, Kamto, 38, mengungkapkan pohon-pohon itu ditanam warga di jalan menuju tanjakan Clongop itu pada Jumat-Sabtu (21-22/3/2025). Penanaman pohon pisang di jalan berlubang itu dimaksudkan sebagai penanda agar tak ada lagi warga yang celaka akibat terjatuh di jalan berlubang.
Selain sebagai penanda, penanaman pohon pisang itu sebagai bentuk protes lantaran jalan rusak tak kunjung diperbaiki. Kamto mengungkapkan jalan itu rusak setelah banyak truk pengangkut material untuk uruk proyek jalan tol Jogja-Solo melintas.
Selain menyebabkan jalan berlubang, banyaknya armada bermuatan berat melintas membuat jembatan menuju Desa Kadilanggon ambles dan salah satu sisi dinding jembatan rusak. “Selama ini kan proyek berjalan. Ada perbaikan, nanti dilewati lagi. Perbaikan hanya ditambal,” ungkap Kamto saat berbincang dengan Espos, Sabtu (22/3/2025).
Kamto mengungkapkan sudah tiga kali Lebaran ini jalur Wedi, Klaten, menuju tanjakan Clongop itu dilewati truk uruk tol. Dia menjelaskan sempat ada perbaikan namun sebatas penambalan jalan untuk kepentingan lalu lintas truk uruk.
Kondisi jalan rusak kerap membuat warga celaka. Kamto mengungkapkan sejumlah pengendara terjatuh di jalan yang berlubang. “Harapannya ya tentu jalan segera diperbaiki, apalagi sebentar lagi Lebaran. Apa nunggu ambrol dulu jembatannya?” ungkap dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Suryanto, mengungkapkan jalur alternatif yang masuk dalam ruas Kadisimo-Gempol itu masuk dalam Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengangkutan tanah uruk tol.
Salah satu isi MoU yakni pihak pelaksana tol bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang disebabkan pengangkutan material uruk tol. “Itu sebenarnya masuk dalam MoU kami dengan JMJ [PT Jasarmarga Jogja Solo]. Sudah kami tindaklanjuti dengan beberapa kali bersurat tetapi memang belum ada tanggapan,” kata Suryanto.
Suryanto mengungkapkan selain kondisi jalan yang rusak, jembatan di ruas tersebut juga mengalami kerusakan. Dia juga menjelaskan beberapa ruas yang mengalami kerusakan akibat truk uruk jalan tol Jogja-Solo sudah diperbaiki. Seperti pada jalur Mlese-Ngandong di Gantiwarno yang sudah diperbaiki oleh pelaksana jalan tol Jogja-Solo. “Tetapi yang rusak berat yakni Kadisimo-Gempol ini belum,” kata Suryanto.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, mengungkapkan sudah ada MoU serta pelaksana tol bertanggung jawab melakukan perbaikan dampak dari aktivitas proyek jalan tol Jogja-Solo.
Rudy menjelaskan secara terus menerus dilakukan oleh pelaksana tol Jogja-Solo. “Tetapi memang kerusakan berulang. Memang itu terus kami laksanakan secara bertahap dan berulang beberapa kerusakan,” kata Rudy.
Perbaikan di ruas yang terdampak aktivitas proyek tol Jogja-Solo terus dilakukan. Dia memastikan pelaksana bertanggung jawab atas kerusakan jalan. “Sesuai MoU, apa yang menjadi tanggung jawab kami akan kami laksanakan sesuai kesepakatan,” kata Rudy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
Sebanyak 375 pelajar dan mahasiswa menerima bantuan pendidikan BAZNAS Kulon Progo. Nilainya Rp1 juta hingga Rp2 juta sesuai jenjang pendidikan.
Bareskrim menetapkan 13 tersangka TPPO bermodus perekrutan tentara bayaran Rusia. Sebanyak 58 orang tercatat menjadi korban dalam lima perkara.
Video rombongan pemotor yang diduga membawa celurit masuk SPBU Kurung, Ceper, Klaten, viral. Polisi menyelidiki kejadian tersebut.
Drainase Pasar Gamping, Sleman, dinilai perlu segera diperbaiki untuk mencegah genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas pedagang saat musim hujan.
Kapolrestabes Surabaya mengakui mutasi tujuh penyidik Satresnarkoba. Mereka diperiksa Propam Polda Jatim terkait dugaan pelanggaran SOP.