Advertisement
Survei Perspektif Milenial & Gen Z, 66 Persen Puas Dengan Pemberantasan Judol

Advertisement
JAKARTA—Sebanyak 66 persen anak muda, Generasi Milenial dan Zilenial menyatakan puas dengan pemberantasan judi online yang dilakukan oleh Pemerintah. Kepuasan tertinggi berada pada kategori SES B (sebanyak 81%), dan terendah pada kategori SES C (sebanyak 58%).
SES atau Status Ekonomi dan Sosial adalah ukuran posisi status ekonomi dan sosial seseorang, berdasarkan pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan kelas sosialnya. Kategori SES A1 berpendapatan di atas Rp8 juta, A2 berpendapatan Rp6 juta – Rp8 juta, B berpendapatan kisaran Rp4 juta – Rp6 juta. Sedangkan kategori C pendapatannya Rp2 juta – Rp4 juta. Dan kategori D-E berpendapatan di bawah Rp2 juta.
Advertisement
Berkorelasi dengan ini, sebanyak 79 persen menyatakan puas dengan transformasi digital yang dilakukan pemerintah selama 10 tahun terakhir. Kepuasan tertinggi dirasakan oleh mereka dengan kategori SES A1 (sebanyak 91 persen). Dan terendah dirasakan oleh kategori SES C (sebanyak 76 persen).
Demikian ringkasan singkat mengenai hasil survei Perspektif Gen Z Terhadap Transformasi Digital dan Pemberantasan Judi Online yang dilakukan pada 9-14 Oktober 2024. Metodologi penarikan sampel dilakukan menggunakan stratified random sampling.
Pengambilan data dilakukan melalui online survey form. Sampel menargetkan Generasi Z (yang lahir pada 1997-2012) dan Generasi M (yang lahir pada 1981-1996). Dilakukan uji kelayakan data dengan sampling 20 persen dari total responden dan Margin of Error 3,5 persen. Total responden adalah sebanyak 800 orang dari seluruh Indonesia. Survei ini dirilis oleh Byonz Research and Advisory pada 19 Oktober 2024.
Hasil riset Byonz menunjukkan, kelas C, D dan E atau menengah ke bawah tergolong yang paling rendah merasakan tingkat kepuasan program transformasi digital Pemerintah. Salah satu penyebabnya, mereka belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Fitur yang paling digunakan sebatas komunikasi.
Menariknya, masyarakat di kategori ini, tergolong yang banyak memanfaatkan fitur judi online untuk mengadu nasib. Sehingga kelompok menengah ke bawah adalah kalangan masyarakat yang paling memerlukan perhatian dan penanganan khusus terkait literasi digital, dan pemberantasan judi online.
CEO Byonz Research and Advisory, Zagy Yakana Berian mengatakan, ada beberapa catatan penting untuk Pemerintah agar judi online bisa diberantas lebih lanjut. "Pemerintah perlu memperketat kontrol regulasi, menangani eksploitasi finansial oleh bandar global dan menghambat popularitas judi online," katanya, melalui siaran persnya, Minggu (20/10/2024)
Sementara terkait transformasi digital, Zagy berpendapat, masih ada ruang bagi Pemerintah untuk meningkatkan transformasi digital di birokrasi dan keuangan. Serta perlunya menambah pendidikan dan literasi digital kepada masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanah Longsor di Jalan Raya Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Menimpa Kendaraan, 10 Orang Meninggal Dunia
- Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Wafat, Presiden Melayat ke Katedral Jakarta
- Arus Balik, 16.700 Orang Telah Tiba di Stasiun Gambir
- Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka
- Jembatan Penghubung Antarkampung di Klaten Ambrol
Advertisement

H+4 Lebaran, Ribuan Kendaraan Memadati Area Pintu Tol Jogja-Solo Ruas Tamanmartani Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung
- Surya Paloh Ungkap Alasan Kader NasDem Tak Masuk Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
- Satu Orang Ditemukan Tewas, Tim SAR Terus Evakulasi Korban Bencana Tanah Longsor di Pacet, Begini Kronologinya
- Istana Klaim Antisipasi Dampak Kebijakan Tarif Impor 32 Persen Trump
- Kades Minta THR Rp165 Juta, Pemkab Bogor Berjanji Bakal Tindak Sesuai Aturan
- Pemerintah Pastikan Kesiapan Menyambut Arus Balik Lebaran 2025
- Mumpung Libur Lebaran, Pemda Diminta Memaksimalkan Potensi Wisata di Daerahnya
Advertisement
Advertisement