Advertisement
Israel Jadikan Guterres Persona Non-grata Bentuk Serangan Lain ke PBB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara di perbatasan Rafah sisi Mesir pada 23 Maret 2024. Guterres mengulangi seruannya untuk segera melakukan gencatan senjata di daerah kantong Palestina yang terkepung. (Mohamed Ahmed - Xinhua)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Keputusan Israel menjadikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai persona non-grata adalah "serangan lain terhadap staf PBB" oleh Tel Aviv.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyambut baik dukungan anggota Dewan Keamanan PBB untuk Guterres dalam sidang tentang Timur Tengah dan mengatakan, "Kami melihat pengumuman itu pagi ini, yang kami pandang sebagai pernyataan politik dari Perdana Menteri (Israel) Benjamin Netanyahu," katanya dikutip Kamis (3/10/2024).
Advertisement
BACA JUGA: Krisis Timur Tengah, DK PBB Gelar Sidang Darurat pada Rabu Pagi Ini
Dujarric mengatakan bahwa hal tersebut adalah "satu lagi serangan terhadap staf PBB yang telah kami saksikan dari Pemerintah Israel," dan ia berjanji bahwa PBB akan terus bekerja sama dan berhubungan dengan Israel "pada tingkat operasional dan tingkat lainnya."
Menanggapi bahwa istilah "persona non-grata" sebelumnya juga pernah dinyatakan oleh negara-negara lain terhadap staf PBB, Dujarric menegaskan bahwa PBB "tidak mengakui konsep persona non grata berlaku untuk stafnya."
"Kami melihat pengumuman ini lebih sebagai pernyataan politik daripada pernyataan hukum," tegas Dujarric, mencatat bahwa Guterres hanya bepergian ke suatu negara atas undangan dari negara yang bersangkutan.
Dujarric juga menyatakan bahwa selama 24 tahun kariernya, ia belum pernah menghadapi pernyataan semacam itu.
"Memang pernah ada situasi yang sangat tegang antara sekretaris jenderal dan berbagai negara anggota, tetapi saya tidak ingat pernah mendengar bahasa seperti ini," tambahnya.
Sebelumnya, Israel mengumumkan bahwa mereka menyatakan Guterres sebagai "persona non grata," melarangnya masuk ke negara tersebut setelah ia menyerukan deeskalasi segera di Timur Tengah.
Untuk membenarkan langkah tersebut, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Guterres tidak "secara tegas mengutuk" Iran atas serangan rudal terhadap Israel pada Selasa (1/10).
Setelah serangan tersebut, Guterres mengatakan: "Saya mengutuk meluasnya konflik Timur Tengah dengan eskalasi demi eskalasi," dan mendesak adanya gencatan senjata segera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- 100 Hari Menuju Piala Dunia, Warganet Cemas
- Pernyataan Sikap UII Terkait Konflik Iran dan Kebijakan Dalam Negeri
- Harga Bensin AS Tembus US$3, Imbas Konflik Iran
- Tolak AI Jadi Senjata, Ribuan Netizen AS Uninstall ChatGPT
- Taru Martani Cairkan THR Lebih Awal, Dorong Ekonomi Jelang Lebaran
- Wisata Kaliurang Lesu di Awal Ramadan, Lebaran Diprediksi Ramai
- Cristiano Ronaldo Pindahkan Jet dari Riyadh ke Madrid
Advertisement
Advertisement








