Jepang Tawarkan Kapal Perusak ke Indonesia, Ini Detailnya
Indonesia dan Jepang bahas ekspor kapal perusak Asagiri, langkah strategis perkuat TNI AL dan kerja sama pertahanan.
Petugas mengevakuasi jenazah korban kebakaran rumah di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Risky Syukur
Harianjogja.com, JAKARTA—Peristiwa kebakaran tragis yang menewaskan satu keluarga di kawasan Grogol Petamburan, Jumat (17/4/2026) dini hari, diduga dipicu gangguan listrik di bagian luar rumah. Polisi mengungkap, kejadian bermula dari percikan api yang kemudian disusul ledakan pada kabel listrik di sekitar lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, Alexander Tengbunan, menjelaskan keterangan saksi menjadi petunjuk awal dalam mengungkap kronologi kebakaran. Menurutnya, saksi sempat mendengar suara letupan sebelum api membesar.
“Saksi mendengar percikan seperti ledakan. Saat keluar rumah, terlihat kabel listrik meledak dan langsung menghubungi petugas,” ujarnya.
Api Cepat Membesar
Api diduga berasal dari korsleting pada jaringan listrik di tiang depan rumah korban. Percikan tersebut kemudian merambat cepat ke bangunan rumah yang saat itu dalam kondisi tertutup, sementara para penghuni tengah tertidur.
Perwira Piket dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Abdul Syukur, menyebutkan kondisi tersebut membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
“Api diduga dari korsleting di tiang listrik, lalu masuk ke dalam rumah,” katanya.
Proses Evakuasi Terkendala
Saat petugas pemadam tiba di lokasi, kobaran api sudah meluas ke seluruh bagian rumah. Proses pemadaman pun tidak berjalan mudah karena akses masuk terhalang kondisi bangunan.
Rumah diketahui dalam keadaan terkunci dari dalam dan dilengkapi teralis besi, sehingga petugas harus menjebol pintu secara paksa untuk masuk dan melakukan penyelamatan.
“Kami harus mendobrak pintu karena rumah dalam kondisi terkunci,” ujar Abdul.
Kondisi tersebut memperlambat proses evakuasi, sementara api terus membesar di dalam bangunan.
Seluruh Korban Ditemukan Meninggal
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh penghuni rumah. Namun, seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjebak di dalam bangunan yang terbakar.
Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran, termasuk memastikan sumber awal korsleting serta kondisi instalasi listrik di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memastikan keamanan instalasi listrik di rumah, termasuk memperhatikan kondisi kabel, sambungan, serta sistem pengaman agar tidak memicu risiko kebakaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia dan Jepang bahas ekspor kapal perusak Asagiri, langkah strategis perkuat TNI AL dan kerja sama pertahanan.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Pemerintah RI memproyeksikan tarif AS ke produk Indonesia bisa mencapai 18% usai investigasi Section 301 Trade Act. Ini penjelasannya.
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11 pada 6 Juni 2026, Burz@ Hotel Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility
Cuaca ekstrem di Sumatera Utara merusak 20 rumah di Serdang Bedagai. BPBD mencatat sejumlah wilayah terdampak tanpa korban jiwa.