Advertisement
Program Makkah Route Jangkau 10 Negara, Ini Dampaknya
Ilustrasi Ibadah Haji / StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Arab Saudi kembali memperluas implementasi program Makkah Route pada musim haji 2026. Inisiatif yang telah berjalan selama delapan tahun ini kini mencakup 17 titik keberangkatan di 10 negara, termasuk dua negara baru yakni Brunei Darussalam dan Senegal.
Program yang menjadi bagian dari visi besar Saudi Vision 2030 ini dirancang untuk menyederhanakan proses perjalanan ibadah haji, khususnya dalam hal administrasi keimigrasian. Jamaah kini dapat menyelesaikan berbagai prosedur sejak berada di bandara keberangkatan di negara asal, tanpa harus mengulang proses tersebut saat tiba di Tanah Suci.
Advertisement
Melalui skema ini, sejumlah tahapan penting seperti penerbitan visa haji elektronik, pemeriksaan paspor, hingga verifikasi dokumen kesehatan dilakukan lebih awal. Bahkan, pengelolaan bagasi jamaah juga diatur sejak awal dengan sistem pengkodean sesuai lokasi akomodasi di Makkah maupun Madinah.
Dengan sistem tersebut, jamaah yang tiba di Arab Saudi tidak perlu lagi mengantre panjang untuk proses imigrasi atau menunggu bagasi. Mereka dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan dengan lebih cepat dan nyaman.
BACA JUGA
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2017, program Makkah Route telah melayani lebih dari 1,25 juta jamaah dari berbagai negara. Pelaksanaannya melibatkan banyak institusi di Arab Saudi, mulai dari kementerian luar negeri, kesehatan, hingga haji dan umrah, serta didukung berbagai lembaga teknis seperti otoritas penerbangan sipil dan kecerdasan buatan.
Di Indonesia, program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan otoritas imigrasi Arab Saudi. Yuldi Yusman menjelaskan bahwa Makkah Route memberikan kemudahan signifikan bagi jamaah, terutama dalam menghemat waktu dan tenaga.
“Makkah Route merupakan bentuk layanan pemeriksaan keimigrasian lebih awal. Seluruh proses dilakukan oleh petugas Arab Saudi langsung di bandara keberangkatan,” ujarnya.
Saat ini, layanan tersebut tersedia di tiga embarkasi utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, dan Bandara Adi Soemarmo.
Pada 2025, tercatat sebanyak 97.221 jamaah haji Indonesia telah memanfaatkan layanan ini dari total 221.000 jamaah. Artinya, sekitar 44 persen jamaah telah merasakan kemudahan yang ditawarkan program tersebut.
Ke depan, pemerintah Indonesia berharap cakupan Makkah Route dapat diperluas ke lebih banyak embarkasi. Dengan demikian, seluruh jamaah haji Indonesia dapat memperoleh layanan yang lebih efisien, terutama bagi kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Program ini dinilai menjadi salah satu inovasi penting dalam pelayanan ibadah haji, karena mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, aman, dan nyaman sejak keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hukuman Mati Dihapus, Dunia Soroti Motif Myanmar
- Jadwal KRL Solo-Jogja 18 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Jembatan Baru di Sinduadi Dibuka, Mobilitas dan Distribusi Lancar
- Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional
- Kereta Gantung Prambanan Disetujui, Investasi Rp200 Miliar
- Harga Minyak Anjlok 10 Persen, BBM Berpeluang Turun
- Tangani Konflik dan Pasung, Jogja Siapkan Kampung REDAM
Advertisement
Advertisement








