Advertisement
JK Tegaskan Ceramah UGM Soal Perdamaian Bukan Penistaan
Jusuf Kalla - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menegaskan ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) saat Ramadhan 1447 Hijriah berfokus pada isu perdamaian, bukan penistaan agama seperti yang dipersepsikan sebagian pihak.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, JK menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai penceramah dengan tema khusus mengenai langkah-langkah menuju perdamaian.
Advertisement
"Acara di UGM itu, acara ceramah pada bulan puasa, seperti dilakukan di mana-mana, di masjid. Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian," ujar JK.
Ia menerangkan bahwa materi ceramah membahas perdamaian sebagai tujuan akhir dari berbagai konflik, termasuk sejumlah konflik yang pernah terjadi di Indonesia.
"Ada konflik karena ideologi kayak Madiun, ada konflik karena wilayah kayak Timtim (Timor Timur), ada konflik karena ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu per satu," katanya.
Dalam penjelasannya, JK juga menyinggung konflik berlatar agama seperti di Maluku dan Poso. Ia menyebut kedua pihak yang berkonflik memiliki pemahaman berbeda terkait kematian dalam konteks membela keyakinan.
"Saya berada di masjid dan jamaah tidak mengerti martir. Jadi, saya katakan, ya karena hampir sama, syahid dan martir hampir sama. Cuma beda caranya," ujarnya.
"Jadi, hanya istilah saja, tetapi karena saya di masjid maka saya pakai kata syahid. Karena kalau saya pakai kata martir, jamaah tidak tahu," katanya melanjutkan.
Menurut JK, penjelasan tersebut justru dimaksudkan sebagai pengingat agar agama tidak dijadikan sumber konflik, terutama bagi generasi calon pemimpin.
"Jangan sekali-sekali agama dipakai untuk berkonflik, jangan! Anda calon-calon pemimpin, calon-calon pemimpin semua ini," katanya.
Ceramah tersebut sebelumnya disampaikan pada 5 Maret 2026 di Masjid UGM dengan tema Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar. Namun, potongan video ceramah itu menjadi viral pada pertengahan April 2026.
Polemik kemudian berkembang hingga Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026, terutama terkait pernyataan mengenai mati syahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jembatan Baru di Sinduadi Dibuka, Mobilitas dan Distribusi Lancar
- Studi Ungkap Vape Bisa Hantarkan Logam Beracun ke Paru-Paru
- Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional
- Jadwal KRL Solo-Jogja 18 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Cara Cegah Batuk Pilek Saat Cuaca Ekstrem Menurut Kemenkes
- Tangani Konflik dan Pasung, Jogja Siapkan Kampung REDAM
- Beasiswa Kuliah ke Malaysia Dibuka, Ini Syarat dan Link Daftarnya
Advertisement
Advertisement







