Advertisement
Wujudkan Keluarga Berkualitas, Pemerintah Susun IPKK
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Capaian Ibangga dan IKK di Antara Heritage Center, Jakarta, Senin (30/9/2024). - Antara
Advertisement
JAKARTA—Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan beberapa kementerian/lembaga menyusun Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga (IPKK) demi memenuhi hak pengasuhan anak dan mewujudkan keluarga berkualitas untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
“Salah satu tujuan Indonesia Emas itu adalah keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif. Jadi, saat ini sedang dikembangkan indikator baru di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional [Bappenas] dengan Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga atau IPKK,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Senin (30/9/2024).
Advertisement
Woro menjelaskan, selama ini pemerintah sudah memiliki Indeks pembangunan keluarga (Ibangga) dan Indeks Kualitas Keluarga (IKK), tetapi implementasinya belum maksimal, sehingga harapannya IPKK dapat menjadi indikator utama dengan Ibangga dan IKK sebagai turunannya.
“Kalau saya boleh jujur, Ibangga dan IKK kurang disosialisasikan sehingga belum mendapatkan dukungan penuh dari kementerian/lembaga. Kalau tidak punya ukuran yang kuat untuk bisa menggambarkan capaian keluarga berkualitas kita, sulit untuk menurunkan itu ke dalam program-program kementerian/lembaga,” ujar dia.
Dia berharap IPKK yang disusun saat ini dapat menjadi ukuran atau indikator di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 sehingga dapat lebih jelas dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
“Kemenko PMK mencoba mengevaluasi Ibangga ini, sejauh mana kementerian/lembaga itu sudah mendukung dengan program kegiatannya, termasuk IKK dan Ibangga karena nanti dua indikator ini akan menjadi turunan dari indikator IPKK, sebagai ukuran untuk melihat tujuan Indonesia Emas 2045 sehingga keluarga berkualitas, setara gender, dan masyarakat inklusif itu benar-benar tercapai,” ujar dia.
Menurut dia, melalui indeks tersebut dapat diukur capaian terhadap pemenuhan hak pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang dapat dilihat dari indikator-indikator di dalamnya.
“Jadi memang kalau kita lihat indikator-indikator di dalamnya, misal apakah ada kekerasan dalam rumah tangga, lalu apakah anak punya akte kelahiran dan seterusnya, itu kan sebenarnya bagian dari kita melihat bagaimana pemenuhan hak anak, bagaimana perlindungan anak dan juga kesetaraan gender. Misalnya ada bersama antara ibu dan ayah di dalam mengasuh anak, itu kan artinya isu kesetaraan gendernya,” kata dia.
Dia menegaskan, perlu ada komitmen dari pemerintah, baik itu kementerian maupun lembaga untuk mempelajari indikator-indikator yang ada di dalam IPKK untuk perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.
“Jadi sebenarnya kalau kita benar-benar mempelajari indikator-indikator atau variabel-variabel yang ada di dalam indeks ini, itu bisa menunjukkan bagaimana kita bicara tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, juga perlindungan anaknya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Dokter RSA UGM Ungkap Ciri Leptospirosis di Musim Hujan
- Dua Kambing di Beruk Karanganyar Diduga Dimangsa Macan Tutul
- Pembakaran Sampah di Sitimulyo-Bawuran Disorot Satpol PP
- Konser BTS di Seoul Dijaga Ketat, Polisi Turunkan Tim Antiteror
- PSSI Tunjuk Kurniawan Dwi Yulianto Jadi Pelatih Timnas U-17
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja, Kamis 12 Februari 2026
- Jadwal KRL Jogja-Solo, Kamis 12 Februari 2026
Advertisement
Advertisement






