Advertisement
Eskalasi Konflik Israel vs Hizbullah Meningkat, Ini yang Dilakukan AS
Api dan asap membubung dari bangunan pertanian di Lebanon selatan, seperti yang terlihat dari Kiryat Shmona di Israel utara yang berbatasan dengan Lebanon, menyusul pemboman oleh tentara Israel, pada 23 November 2023. (Ayal Margolin - JINI melalui Xinhua)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah ke Ibu Kota Lebanon, Beirut yang terus meningkat mendapat perhatian dari Amerika Serikat (AS).
Israel berniat membalas serangan roket mematikan yang diluncurkan Hizbullah di Dataran Tinggi Golan. Demikian disampaikan oleh 5 pejabat Lebanon dan Iran, ditambah diplomat Timur Tengah dan Eropa.
Advertisement
BACA JUGA: Biden Menilai Terlalu Dini Klaim Penembakan Trump sebagai Upaya Pembunuhan
AS berupaya keras untuk mencegah perang besar-besaran antara Israel dan gerakan Hizbullah di Lebanon, setelah serangan di Golan yang diduduki Israel menewaskan 12 pemuda pada akhir pekan lalu.
Israel dan AS menyalahkan Hizbullah atas serangan roket tersebut, meskipun kelompok itu membantah untuk bertanggung jawab.
Fokus diplomasi AS saat ini, dilakukan untuk mendesak agar serangan Israel tidak menargetkan Beirut yang berpenduduk padat, ke pinggiran selatan kota yang menjadi pusat kekuasaan Hizbullah, atau infrastruktur utama seperti bandara dan jembatan.
Wakil Ketua Parlemen Lebanon, Elias Bou Saab, mengatakan dia telah menghubungi mediator AS Amos Hochstein sejak serangan di Golan, dan mengatakan bahwa Israel dapat menghindari ancaman eskalasi besar dengan menyelamatkan ibu kota dan sekitarnya.
"Jika mereka menghindari warga sipil dan menghindari Beirut serta daerah pinggirannya, maka serangan mereka dapat diperhitungkan dengan baik," katanya, dilansir Reuters, pada Selasa (30/7/2024).
Pejabat Israel juga sudah mengatakan bahwa negara mereka menargetkan Hizbullah, tetapi tidak ingin menyeret kawasan itu ke dalam perang habis-habisan.
Sementara itu, kedua diplomat Timur Tengah dan Eropa itu mengatakan Israel tidak membuat komitmen apapun untuk menghindari serangan terhadap Beirut, daerah pinggirannya, atau infrastruktur sipil.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan tidak akan memberikan keterangan spesifik untuk langkah tersebut, meskipun saat ini pihaknya tengah mencari solusi untuk mengakhiri semua serangan lintas batas.
"Dukungan kami terhadap keamanan Israel sangat kuat dan tidak tergoyahkan terhadap semua ancaman yang didukung Iran, termasuk Hizbullah," kata seorang juru bicara AS.
Juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa Israel memiliki hak penuh untuk menanggapi serangan di Golan, tetapi tidak ada yang menginginkan perang yang lebih luas.
"Mengenai pembicaraan selama akhir pekan, tentu sudah membicarakannya dan kami membicarakannya di berbagai tingkatan, tetapi saya tidak akan merinci inti pembicaraan tersebut," ucapnya.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel tidak menanggapi permintaan komentar, sementara Hizbullah juga menolak berkomentar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
- Kawanan Gajah Liar Rusak Perumahan Karyawan di Siak, Tiga Motor Hancur
- DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
- BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
Advertisement
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL dari Stasiun Tugu ke Palur, Senin 23 Februari 2026
- 23 Jurnalis Jateng Jadi Korban, KKJ Resmi Dibentuk
- Barcelona Gasak Levante 3-0, Kembali Kuasai Puncak Klasemen La Liga
- Jadwal KRL Solo-Jogja 23 Februari 2026, Rp8.000
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jogja dan Sekitarnya 23 Februari 2026
- Jadwal SIM Keliling Jogja 23 Februari 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
- Hasil Liga Inggris Pekan 27: Palace dan Fulham Menang
Advertisement
Advertisement








