Harga Tembaga Tembus U$10.000 per Ton
harga tembaga ditutup naik 1% menjadi U$10.013 per ton di LME pada pukul 17:50 waktu setempat pada Rabu (10/9/2025) kemarin. Semua logam lainnya juga tercatat.
Ilustrasi-Keramik
Harianjogja.com, JAKARTA- Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mendesak pemerintah melindungi indsutri keramik lokal yang diserang praktik dumping oleh China. Bahkan, harga keramik asal negeri Tirai Bambu itu lebih murah 100% dari produk lokal.
Ketua Asaki Edy Suyanto mengatakan harga pokok produksi (HPP) pabrik keramik lokal rata-rata dikisaran US$4,5 hingga US$5 per meter persegi. China memberikan harga jauh dibawah HPP produsen dalam negeri.
"Harga keramik impor China yang tercantum di dokumen impor/invoice berada di range US$2,3-2,7 per meter persegi yang mana lebih murah di atas 100%," kata Edy kepada Bisnis, Kamis (27/6/2024).
Untuk itu, pihaknya mendesak Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) untuk segera merilis hasil penyidikan antidumping terhadap produk keramik China pada Juni 2024 dengan besaran di atas 100%.
Restriksi perdagangan komoditas ini dengan China diperlukan untuk menjaga industri dalam negeri. Dia mencontohkan hal yang sama juga telah dilakukan oleh Vietnam dengan penerapan minimum harga impor US$5 per meter persegi untuk keramik asal China. Sedangkan, Filipina menerapkan US$5,5 per meter persegi.
"Unfair trade yang telah terbukti berupa subsidi pemerintah Tiongkok, praktik dumping akibat overcapacity dan oversupply produk keramik Tiongkok serta pengalihan pasar ekspor utama Tiongkok," ujarnya.
Selama ini, ekspor keramik China ditujukan ke Uni Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat, Amerika Utara. Namun, negara tersebut telah melakukan pembatasan terhadap produk asal China sehingga Indonesia menjadi sasaran pasar.
BACA JUGA: Qhomemart Tawarkan Keramik Murah Rp15.000
Terlebih, Edy melihat para importir juga menerapkan predatory pricing yang sengaja menjual produk impor jauh di bawah biaya produksi keramik nasional. Menurut dia, dampak kerugian saat ini tak hanya pada penurunan tingkat utilitas produksi, namun juga defisit transaksi ekspor dan impor.
"Yang paling disayangkan adalah defisit transaksi ekspor-impor produk keramik senilai lebih dari US$1,3 miliar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir," jelasnya.
Padahal, industri keramik nasional saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan keramik dalam negeri dari sisi volume mapun jenis.
Dia pun meminta atensi lebih kepada pemerintah lantaran industri keramik telah memberikan efek berganda yang besar dengan produk bersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) rata-rata di atas 80% yang mendukung kelangsungan usaha ribuan industri kecil dan menengah.
Lebih lanjut, pihaknya menyambut baik arahan dari Presiden Joko Widodo terkait pembatasan impor dalam Rapat Terbatas (Ratas), Selasa (25/6/2024) yang memasukkan produk keramik sebagai salah satu komoditas yang dibahas.
"Asaki mengapresiasi dan mendukung penuh atas usulan Menperin agar regulasi soal Impor Permendag 8/2024 agar ditinjau ulang dan direvisi," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
harga tembaga ditutup naik 1% menjadi U$10.013 per ton di LME pada pukul 17:50 waktu setempat pada Rabu (10/9/2025) kemarin. Semua logam lainnya juga tercatat.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.