Advertisement

Demensia, Penyakit yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia di Makkah, Berikut Penjelasannya

Erta Darwati
Minggu, 16 Juni 2024 - 15:37 WIB
Ujang Hasanudin
Demensia, Penyakit yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia di Makkah, Berikut Penjelasannya Jemaah haji asal Gunungkidul, Suliyem yang mengalami gangguan demensia sedang mendapat perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Mekkah, Arab Saudi, Senin (3/6/2024). - Istimewa / Kankemenag Gunungkidul

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan bahwa terdapat 30 pasien demensia yang dirawat di ruang rawat inap psikiatri KKHI Makkah, hingga Kamis (13/6/2024).

Demensia menempati urutan ketiga penyakit terbanyak yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI Makkah).

Advertisement

Dokter spesialis jiwa di KKHI Makkah Ahmad Andi Samegu mengatakan bahwa demensia adalah kondisi sindrom penyakit gangguan otak yang bersifat jangka panjang dan kronis, dan bukan baru terjadi.

Menurutnya, rata-rata pasien demensia berusia di atas 60 tahun, bahkan ada yang berusia 95 tahun dan sudah mengalaminya sejak di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa dalam ilmu kedokteran, gangguan jiwa dilihat dari tiga aspek, yakni biologi, psikologis, dan sosial.

Adapun pada aspek biologis, Ahmad menjelaskan bahwa gangguan struktur otak yang mengalami atrofi serebri sehingga terjadi penurunan fungsi, ditambah dehidrasi, gangguan elektrolit, dan faktor suhu tinggi.

Lalu dia menjelaskan pada aspek psikologis, orang tua atau lansia umumnya baru pertama kali meninggalkan kampung halaman, naik pesawat, dan bertemu orang asing, sehingga adaptasinya berbeda.

Kemudian pada aspek sosial, dia menjelaskan bahwa jemaah berada di tempat baru yang tidak dikenal tanpa pendamping dan orang yang dikenal, dan harus melakukan aktivitas seperti makan dan mandi sendiri, padahal di Indonesia mereka dibantu. Selain itu di kloter, mereka juga dikucilkan dan ditinggal sendiri di kamar.

BACA JUGA: Alami Demensia di Makkah, Jemaah Haji Asal Gunungkidul Merasa Masih Berada di Kampung

“Sudah ditegaskan bahwa yang boleh lolos istithaah kesehatan hanya yang mengalami demensia ringan. Demensia sedang dan berat itu seharusnya tidak lolos istithaah dan tidak bisa berangkat,” katanya, dalam keterangan resmi, pada Minggu (16/6/2024).

Lebih lanjut, dia juga menyatakan bahwa hampir 90% pasien di KKHI Makkah adalah pasien demensia.

Menurutnya, kasus lain selain demensia adalah depresi skizofrenia, yang sudah diderita pasien sejak masih di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa pasien tersebut tidak istithaah tetapi tetap dapat berangkat dengan kewajiban minum obat. Namun, para pasien ini tidak meminum obatnya sehingga penyakitnya kambuh.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pasien yang tantrum atau mengamuk hingga tahap agitasi atau gelisah berat akan diberikan tata laksana sesuai kondisinya. Ada pasien yang cukup minum obat, ada yang perlu disuntik.

Menurutnya, penyebabnya juga harus dikoreksi. Rata-rata mereka dirawat karena dehidrasi dan gangguan elektrolit. Hal ini yang perlu dikoreksi dengan bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya.

Kemudian dia menjelaskan, jika ada pasien yang hilang kendali dan gaduh gelisah, akan diupayakan dengan cara persuasif. Jika pasien gaduh gelisah di kloter, di KKHI mereka ditenangkan dengan bahasa lokal, diajak berkomunikasi, dan diberikan rasa aman hingga tenang.

“Kita tidak tahu masa tua kita, apakah sehat normal, atau apakah ada yang merawat kita? Bisa saja mabrurnya petugas karena merawat orang yang tidak kita kenal,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Catatan Statistik Bek Anyar PSS asal Brasil, Pemegang Operan Sukses Tertinggi di Liga 1

Sleman
| Selasa, 16 Juli 2024, 20:37 WIB

Advertisement

alt

6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bogor

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement