Hubungan Memanas! Proyek Galangan Kapal AS-Korsel Berpotensi Gagal
Kepastian dana investasi US$350 miliar yang disepakati dalam kerangka perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan Korea Selatan mandek.
Kegiatan pembuatan kereta Api di PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019)./Bisnis-Agne Yasa
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka tengah mengembangkan kereta cepat buatan lokal bersama dengan sejumlah instansi dan perguruan tinggi di Indonesia. Prototipe kereta cepat buatan anak bangsa ini ditargetkan sudah dapat diuji coba pada 2026 mendatang.
General Manager Divisi Sekretaris Perusahaan PT Inka Chandra Agung Sasono menjelaskan, Inka ditunjuk sebagai leader untuk konstruksi carbody dan bogie dari proyek kereta cepat yang dinamakan Kereta Cepat Merah Putih ini. Adapun, carbody buatan Inka terbuat dari material alumunium ekstrusi (alumunium extrusion), sedangkan bogie kereta dibuat dari pelat baja (steel plate).
Agung menuturkan prototipe carbody dan rangka dari bogie kereta cepat ini ditargetkan rampung paling lambat pada tahun depan. Setelah rampung, prototipe tersebut akan memasuki tahap pengujian kekuatan struktur.
“Semoga bisa terwujud di tahun ini atau maksimal tahun depan sebagai prototipenya. Makanya kita berkolaborasi dengan tim BRIN serta perguruan tinggi di Indonesia,” kata Agung saat dihubungi pada Sabtu (7/10/2023).
Dia melanjutkan, pihaknya menargetkan integrasi antara carbody, sistem kereta, desain, dan bogie pada 2026 mendatang. Integrasi tersebut akan berujung pada pembuatan prototipe Kereta Cepat Merah Putih yang kemudian akan memasuki tahap uji dinamis
Agung menuturkan, kereta cepat buatan dalam negeri ini diproyeksikan dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.
“Kecepatannya (kereta cepat) ini bisa diatas 200 kilometer per jam,” kata Agung.
Lebih lanjut, Agung menuturkan pihaknya juga mengupayakan Kereta Cepat merah Putih memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Dia mengatakan, beberapa material seperti alumunium, baja, serat kaca (fiberglass) dan lainnya dapat diproduksi secara lokal.
“Yang masih impor itu untuk roda. Selain itu, komponen kelistrikan juga masih ada beberapa yang harus impor,” kata Agung.
Agung menambahkan, Kereta Cepat Merah Putih adalah hasil riset oleh anak bangsa sendiri. Dia memaparkan, riset kereta cepat lokal melibatkan beberapa pihak, diantaranya Inka sebagai manufaktur, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan lainnya
Sebelumnya, Dikutip dari unggahan video pada kanal YouTube resmi LPDP RI pada Jumat (6/10/2023) kereta ini disebut akan menghubungkan Jakarta-Surabaya melalui jalur utara dengan rute Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.
Produksi Kereta Cepat Merah Putih nantinya akan dilakukan oleh PT Inka. Kereta cepat buatan dalam negeri ini ditargetkan rampung diproduksi pada 2025 dan melakukan uji coba pada 2026. Departemen Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga turut ambil bagian dalam membuat rancang bangun dan prototyping Kereta Cepat Merah Putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kepastian dana investasi US$350 miliar yang disepakati dalam kerangka perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan Korea Selatan mandek.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.