Advertisement
Ini Besaran Gaji dan Tunjangan yang Didapat Kades dengan Masa Jabatan 9 Tahun

Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju memperpanjang masa jabatan kepala desa (kades) menjadi sembilan tahun dengan batasan dua kali pemilihan.
BACA JUGA: Jokowi Tegaskan Masa Jabatan Kepala Desa Tetap 6 Tahun
Advertisement
Kesepakatan ini disampaikan dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Perubahan Kedua Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Baleg DPR, Kamis (23/6/2023).
Putusan ini pun sempat menjadi kontroversi karena banyak ditentang oleh masyarakat. Namun ternyata usulan dari para kades ini akhirnya diterima oleh pemerintah.
Dengan masa jabatan 9 tahun dan dapat dipilih hingga 2 periode, berapa gaji dan tunjangan kades di Indonesia?
Besaran gaji kades diatur pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Dalam Pasal 81 PP, penghasilan tetap kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa dianggarkan lewat APBDesa yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD).
"Besaran penghasilan tetap Kepala Desa paling sedikit Rp 2.426.640 setara 120 persen dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang II/a," bunyi Pasal 8 ayat (2) PP Nomor 11 Tahun 2019.
Selain itu, gaji tetap kades bisa berbeda jumlahnya tergantung dengan kebijakan masing-masing kepala daerah, dalam hal ini bupati atau wali kota.
Tunjangan Kades
Tunjangan yang didapat kepala desa Seorang kepala desa juga mendapat tunjangan lain yang diambil dari pengelolaan tanah desa. Hal ini tercantum dalam Pasal 100 PP Nomor 11 Tahun 2019.
Dalam peraturan ini, disebutkan bahwa dana pengelolaan ini terbagi menjadi 70% operasional pemerintah desa dan 30% digunakan untuk memberikan gaji dan tunjangan pemerintah desa. Hasil pengelolaan tanah kas desa ini terkadang bisa jauh lebih tinggi dibandingkan gaji kepala desa itu sendiri. Tanah tersebut dapat digarap sendiri sebagai lahan pertanian, atau disewakan ke pihak lainnya.
Melansir dari KemenkoPMK, kebijakan Dana Desa Tahun 2023 melanjutkan kebijakan fokus penggunaan Dana Desa yang disinkronisasikan dengan prioritas nasional dimana memiliki Pagu anggaran sebesar Rp70 Triliun yang dialokasikan kepada 74.954 Desa di 434 Kab/Kota.
Dalam hal ini dana kelola desa yang diberikan bisa berbeda-beda tiap daerah, yang ditentukan berdasarkan jumlah penduduk. Dana desa yang diberikan pemerintah pusat paling rendah Rp100 juta dan paling tinggi bisa mencapai Rp1 miliar. Apabila dana yang diberikan untuk mengelola tanah kas desa Rp500 juta dengan hasil kembali yang sama atau lebih tinggi, maka 30% akan dipakai untuk memberikan tunjangan perangkat desa.
Maka dapat dimisalkan 70% dari pengelolaan tanah sebesar Rp350 juta akan masuk untuk operasional. Dalam hal ini bisa dipakai untuk insentif RT dan RW, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pelaksanaan pembangunan desa. Kemudian 30% sisanya yakni Rp150 juta akan dibagi sebagai gaji dan tunjangan kepada masing-masing pengelola termasuk kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa lain.
(Sumber: Bisnis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanah Longsor di Jalan Raya Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Menimpa Kendaraan, 10 Orang Meninggal Dunia
- Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Wafat, Presiden Melayat ke Katedral Jakarta
- Arus Balik, 16.700 Orang Telah Tiba di Stasiun Gambir
- Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka
- Jembatan Penghubung Antarkampung di Klaten Ambrol
Advertisement

Ikuti Google Maps, Kendaraan Hendak Masuk Pintu Tol Tamanmartani Malah Nyasar ke Kandang Ayam
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemberlakuan Sistem One Way pada Arus Balik di Tol Cipali Dilakukan Lebih Awal
- Hii! Ada Buaya Muncul di Pantai Merak Belantung, Wisatawan Diminta Waspada
- Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Korea Selatan, Ribuan Personel Polisi Diturunkan
- Ini Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung
- Surya Paloh Ungkap Alasan Kader NasDem Tak Masuk Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
- Satu Orang Ditemukan Tewas, Tim SAR Terus Evakulasi Korban Bencana Tanah Longsor di Pacet, Begini Kronologinya
- Istana Klaim Antisipasi Dampak Kebijakan Tarif Impor 32 Persen Trump
Advertisement
Advertisement