Advertisement

Kloter Pertama Ibadah Haji Tiba di Madinah

Newswire
Rabu, 24 Mei 2023 - 20:17 WIB
Maya Herawati
Kloter Pertama Ibadah Haji Tiba di Madinah Ibadah haji / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, MADINAH—Kloter pertama jemaah calon haji asal Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Dubes RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammed Abdurrahman Al-Bijawi, menyambut jemaah calon haji Indonesia kloter pertama Ibadah Haji yang berjumlah 388 orang pada pukul 06.20 waktu setempat di Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz Madinah.

“Indonesia mengirim jemaah calon haji terbanyak pada tahun 1444/2023 ini, yang totalnya berjumlah 229.000 orang. Jumlah ini adalah jumlah jemaah calon haji Indonesia terbesar sepanjang sejarah. Awalnya 221.000 orang, kemudian ada tambahan kuota 8.000 orang. Sehingga totalnya 229.000 orang,” kata Aziz di Bandara Internasional Madinah, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Advertisement

Jemaah kloter pertama (Jakarta-Pondok Gede atau JKG 1) tersebut tiba dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Pada kesempatan itu, Dubes RI didampingi Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi (PPIH), Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, serta para pejabat dari Konsulat Jenderal RI Jeddah. Berdasarkan jadwal terdapat 16 kloter yang akan tiba di tanah suci pada hari yang sama. “[Jumlah kuota haji] Ini merupakan bukti kedekatan hubungan Indonesia-Arab Saudi yang terjalin sejak lama dan semakin kuat,” katanya.

BACA JUGA: 5 Lelaki Menjual Istri dan Pacar di Jogja via Prostitusi Online, Hanya Didenda Rp1 Juta

Jemaah haji kloter pertama tersebut datang melalui program Fast Track (Makkah Road). Makkah Road merupakan fasilitas pemeriksaan dokumen jamaah haji Indonesia oleh Keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (pre-clearance).

Program tersebut bertujuan mempermudah jemaah calon haji agar setibanya di Arab Saudi tidak dilakukan lagi pemeriksaan dokumen terkait. Layanan Makkah Road diluncurkan pertama kalinya pada 2019 dan telah diterapkan di lima negara yakni Indonesia, Pakistan, Maroko, Malaysia serta Bangladesh.

"Marhaban dhuyufurrahman. Selamat datang tamu-tamu Allah. Alhamdulillah, suasana penyambutan sangat baik dan lancar. Prosesnya sederhana dan khidmat. Jamaah tidak lama di bandara, langsung ke bus untuk diantar ke hotel. Koper bagasi mereka juga langsung diantar ke hotel," kata Koordinator PPIH Arab Saudi Abdul Aziz di Terminal Fast Track Bandara AMAA Madinah.

Aziz mengatakan ada 185 orang lanjut usia (lansia) dalam rombongan Ibadah Haji dan seluruhnya terlihat secara fisik kondisinya baik dan segar, dan tetap harus diwaspadai, sebab cuaca di Saudi sangat panas dibanding di Indonesia. "Berikan pelayanan terbaik agar mereka bisa beribadah dengan baik. Saya melihat para petugas sigap dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Saya harap sikap ini dipertahankan sampai akhir operasional," ujar Aziz ke petugas haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah bidang Ziarah Abdurrahman Bejawi Bejawi juga mengucapkan selamat datang kepada jamaah calon haji Indonesia. Menurutnya, fast track merupakan layanan dari Raja Arab Saudi agar perjalanan jamaah di Madinah berjalan lebih cepat dan lancar.

"Target kami dari layanan fast track [untuk Ibadah Haji] ini adalah memberikan kenyamanan dalam perjalanan bagi jamaah haji. Ini merupakan bagian dari pelayanan Arab Saudi bagi jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Top 7 News Harian Jogja Online, Jumat 29 September 2023

Jogja
| Jum'at, 29 September 2023, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Di Coober Pedy, Penduduk Tinggal dan Beribadah di Bawah Tanah

Wisata
| Kamis, 28 September 2023, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement