Advertisement
Pergantian Presiden Ganggu Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional? Ini Kata Bappenas
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjamin pergantian presiden setelah 2024 disebut tidak akan mengganggu keberlanjutan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Direktur Kementerian Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Kementerian PPN/Bappenas Sumedi Andono Mulyo mengatakan, PSN akan menjadi proyek yang akan dihadapi oleh presiden RI selanjutnya.
Advertisement
BACA JUGA: Pemerintah Akan Rampungkan 30 Proyek Strategis Nasional Rp360 Triliun Tahun Ini
“Dari perspektif Bappenas, PSN bersifat jangka menengah dan jangka panjang. Jadi, siapapun yang menang pasti akan berhadapan dengan isu pembangunan infrastruktur,” kata Sumedi kepada JIBI, baru-baru ini.
Justru, sambungnya, badan tersebut memberikan masukan dan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi serta proyek yang menjadi prioritas kepada calon presiden ketika menyusun visi dan misi.
Sumedi menambahkan, upaya transformasi yang dilakukan negara melalui pembangunan infrastruktur mewajibkan keberlanjutan sebagai syarat utama. Sebab, kata Sumedi, Indonesia dipastikan tidak mampu merealisasikan cita-cita infrastruktur negara jika terjadi discontinue pembangunan PSN.
Dalam upaya melakukan transformasi sosial, budaya, ekonomi, sosio-ekologi, tata kelola, dia mengatakan bahwa pemerintah saat ini menyusun rancangan untuk periode 20 tahun. “Jadi, Bappenas tidak terjebak dengan isu politik,” tegasnya.
BACA JUGA: Harga Properti di Jogja-Solo-Semarang Melejit, Dampak Pembangunan Tol?
Berdasarkan data yang dihimpun JIBI, setidaknya terdapat 25 PSN yang ditargetkan rampung tahun ini dengan total nilai mencapai Rp246,96 triliun. Setidaknya ada lima PSN yang masih dalam tahap penyiapan, dua PSN sudah masuk pengusahaan, satu PSN beroperasi sebagian dan sisanya masih tahap konstruksi.
Melihat data tersebut, agaknya tidak akan semua PSN ini rampung dikerjakan sesuai target. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani menilai siapapun penerus Jokowi, PSN yang sudah dicanangkan wajib dilanjutkan.
"Kalau sudah masuk PSN, kalau tidak selesai di pemerintahan Jokowi harusnya dilanjutkan ke pemerintah selanjutnya karena kategori prioritas. Hanya memang yang mungkin jadi kendala, seperti masalah Kereta Cepat Jakarta Bandung [KCJB], itu di awal desainnya B2B, bukan masuk APBN, itu proses politiknya yang agak sedikit berbeda, perlu lobi lagi, hitungannya mesti jelas," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
Advertisement
Hujan Angin Terjang Bantul, Puluhan Pohon Tumbang di 8 Wilayah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Marc Marquez Waspadai Kebangkitan Rival di MotoGP 2026
- Produksi Ikan Sleman 2025 Tembus 55.650 Ton
- Kia EV2 Resmi Dirilis, SUV Listrik Kecil dengan Teknologi Canggih
- Persiku Kudus Hancurkan Persipal Palu 4-1: Igor Henrique Hattrick
- Depok hingga Gamping Terdampak Angin Kencang Sleman
- Hancurkan Bhayangkara FC 4-1, PSBS Biak Menjauh dari Zona Degradasi
- Galaxy S26 & S26 Ultra Terdeteksi Geekbench, Pakai Snapdragon 8
Advertisement
Advertisement




