Bareskrim Bongkar Manipulasi BEC, Perusahaan AS Rugi Rp5 Miliar
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Lubang tempat korban pembunuhan oleh Mbah Slamet, si dukun pengganda uang, di Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah./Antara
Harianjogja.com, SEMARANG—Satu warga Gunungkidul dan dua warga Kota Jogja menjadi korban pembunuhan dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Dukun yang dikenal dengan nama Mbah Slamet itu diduga menghabisi 12 orang dan mengubur jasad mereka di kebun. Awalnya polisi mengungkap satu orang yang menjadi korban pembunuhan dukun pengganda uang. Kemudian, penyelidikan menuntun polisi ke sembilan mayat yang dikubur di kebun milik Mbah Slamet di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Belakangan, polisi kembali mengungkap dua mayat lain yang diduga dibunuh dan dikubur Mbah Slamet.
Si dukun pengganda uang diduga membunuh korbannya lantaran tak ingin ditagih terus-terusan soal penggandaan uang yang dia janjikan. Tentu saja janji penggandaan uang oleh sang dukun palsu belaka.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi mengatakan beberapa korban pembunuhan dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara adalah merupakan pasangan laki-laki dan perempuan yang dikubur dalam satu liang.
BACA JUGA: Tak Terima Korban Pembunuhan Seyegan Dituding Dukun Pengganda Uang, Begini Penjelasan Istri
Kapolda mengatakan baru satu korban yang diketahui namanya, yakni Paryanto, korban terakhir Mbah Slamet.
Sementara sembilan korban lain yang ditemukan pada awal kasus tersebut terungkap, kata dia, belum diketahui identitasnya meski asalnya sudah bisa dipastikan.
Berdasarkan pengakuan Mbah Slamet kepada penyidik, sembilan korbannya berasal dari Gunungkidul, Kota Jogja, Jakarta, Tasikmalaya, hingga Palembang. Rinciannya: seorang warga Gunungkidul; seorang laki-laki dan perempuan asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dikubur dalam satu lubang; seorang laki-laki dan perempuan asal Jakarta; seorang laki-laki dan perempuan asal Kota Jogja; serta seorang laki-laki asal Palembang dikubur dalam satu lubang bersama pacarnya.
Seluruh korban dikubur di kebun milik Mbah Slamet.
BACA JUGA: Pembunuhan oleh Dukun Pengganda Uang Banjarnegera Terungkap, 10 Mayat Dikubur di Kebun
“Dari hasil penyidikan, di setiap lubang tempat korban dikubur ditemukan botol air mineral. Kami menduga pelaku memberi korban minuman yang mengandung potasium, tapi ini masih didalami kandungan racun yang digunakan,” kata Kapolda Jawa Tengah, Rabu (5/4/2023).
Kepolisian mempersilakan masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke Polres Banjarnegara supaya kemungkinan korban-korban lain Mbah Slamet bisa terungkap.
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan sebelum meracuni korban dengan potas, Mbah Slamet bahkan belum menyiapkan lubang untuk menguburnya. Mbah Slamet baru menggali lubang setelah korbannya meninggal dunia.
Mbah Slamet dibantu tersangka lain yang berinisial BS untuk menawarkan jasa tipu-tipu penggandaan uang. BS mengunggah informasi di Facebook soal kemampuan Mbah Slamet menggandakan uang. BS pula yang mempertemukan para korban dengan Mbah Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.