Zero ODOL 2027 Diburu Waktu, Anggaran Kurang Rp92 Miliar
Pemerintah menargetkan Zero ODOL berlaku pada 2027, namun masih menghadapi kekurangan anggaran Rp92,9 miliar dan tantangan distribusi logistik nasional.
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengungkapan bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras, ayam, dan telur ayam untuk 3 bulan akan mulai disalurkan pada awal bulan puasa tahun ini.
Isa menyampaikan bila bansos pangan nantinya belum tersalurkan pada awal puasa, tahap pertama paling lambat akan disalurkan pada awal April 2023.
"InsyaAllah awal puasa udah bisa ini kan. Maret ini mereka berharap sudah bisa membagikan. Ya kalau meleset dikit ya, awal April," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Meski demikian, bansos pangan bagi 21,3 juta penerima tersebut akan tetap dilakukan untuk tiga kali penyaluran dan paling akhir dilakukan pada Mei 2023.
BACA JUGA: KPK Tetapkan Seorang Tersangka Baru Kasus Korupsi Stadion Mandala Krida Jogja
"Tapi April nanti sebelum lebaran bisa dibagikan lagi. Dan terakhir Mei 2023," tambahnya.
Adapun, bansos pangan yang akan diberikan untuk tiga kali penyaluran tersebut, DJA memberikan anggaran sebesar Rp7,8 triliun untuk beras dari Perum Bulog dan Rp450 miliar untuk telur dan daging ayam.
"Total untuk berasnya Rp7,8 triliun, itu sudah termasuk biaya pembagian dan segalanya ya. Kalau telur dan ayam itu sekitar Rp450 miliar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah menargetkan Zero ODOL berlaku pada 2027, namun masih menghadapi kekurangan anggaran Rp92,9 miliar dan tantangan distribusi logistik nasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.
Utang pemerintah tembus Rp10.293,69 triliun per Juni 2026. Sebagian dividen BUMN akan kembali masuk APBN sebagai cadangan fiskal.
BU Printing & Packaging telah lebih dari 15 tahun menangani produksi buku untuk penulis, penerbit, kampus, sekolah, perusahaan hingga instansi