Advertisement

Xi Jinping Pergi ke Rusia untuk Temui Vladimir Putin

Erta Darwati
Senin, 20 Maret 2023 - 16:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Xi Jinping Pergi ke Rusia untuk Temui Vladimir Putin Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping pada bulan Februari. Bloomberg - Getty Images

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden China Xi Jinping sedang dalam perjalanan ke Rusia. Tujuan perjalanannya dalam upaya persahabatan, kerja sama dan perdamaian. 

Kunjungan berlangsung setelah Beijing meluncurkan 12 poin yang menyerukan gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina. 

Advertisement

Kunjungan Xi akan berlangsung selama 3 hari yang dimulai pada hari ini dan akan berbicara empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dilansir dari Aljazeera pada Senin (20/3/2023). 

China menganggap Putin sebagai sahabat yang sekarang sedang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang. 

Baca juga: Ratusan Pelajar di Bantul Deklarasi Bebas Geng Sekolah & Kejahatan Jalanan

KTT di Rusia akan menjadi pertemuan ke-40 antara kedua pemimpin tersebut. Kunjungan Xi meningkatkan harapan bahwa akan ada terobosan dalam mengakhiri perang di Ukraina. Saat ini konflik Rusia dan Ukraina telah memasuki tahun kedua yang telah merenggut puluhan ribu nyawa, dan menyebabkan penderitaan ekonomi yang meluas, dengan inflasi melonjak di seluruh dunia. 

Adanya harapan tidak hanya oleh mediasi Beijing dan proposalnya untuk gencatan senjata serta dialog antara Moskow dan Kyiv. Muncul harapan bahwa Xi berniat mengikuti pertemuan virtual dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. 

Jika itu terjadi, percakapan antara Xi dan Zelensky akan menjadi yang pertama sejak tank Rusia melintasi perbatasan Ukraina pada Februari tahun lalu.

Pengamat mengatakan kunjungan kenegaraan Xi lebih pada memperkuat kemitraan tanpa batas yang dia umumkan dengan Putin tahun lalu daripada menengahi perdamaian di Ukraina. 

Direktur Program Asia di German Marshall Fund of the AS Bonnie Glaser mengatakan bahwa tak satupun dari pihak yang bertikai tampak siap atau bersedia mengakhiri pertempuran.

“Kecuali Rusia dan Ukraina telah kehabisan keinginan mereka untuk terus berperang dan mencari celah untuk konflik ini, tidak mungkin untuk mengakhirinya, dan saya tidak berpikir bahwa China ingin berada di tengah-tengahnya," lanjutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Pilkada Bantul, Belum Juga Ada Pengerucutan Koalisi Parpol

Bantul
| Senin, 15 Juli 2024, 21:57 WIB

Advertisement

alt

6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bogor

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement