Kejar PLTS 100 GW, AESI Soroti Keterbatasan Lahan di Jawa
AESI mendorong optimalisasi lahan untuk mengejar target PLTS 100 GW dengan skema bertahap, termasuk rooftop dan pembangkit skala besar.
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA– Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) memperkirakan tarif bus selama arus mudik Lebaran 2023 dapat naik hingga 35 persen.
Ketua IPOMI, Kurnia Lesani Adnan, menjelaskan, penyesuaian tarif bus untuk angkutan Lebaran 2023 kemungkinan akan berkisar antara 25 persen hingga 35 persen. Menurutnya para operator atau perusahaan otobus (PO) akan mulai menyesuaikan harga dari H-7 hingga H+10 Lebaran.
“Penyesuaian tarif ini berlaku sesuai dengan kebijakan pemerintah, dimana untuk pelayanan bus non ekonomi kami di beri keleluasaan untuk mengatur tarif menyesuaikan pasar,” kata Kurnia seusai acara diskusi Kesiapan Operator Transportasi Hadapi Mudik Pascapandemi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (15/3/2023).
Dia melanjutkan penyesuaian tarif pelayanan bus ekonomi akan diputuskan oleh pemerintah. Secara rinci, penyesuaian untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan ditentukan dari Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, pemerintah provinsi setempat akan menentukan penyesuaian untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Kurnia melanjutkan, jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi bus juga akan mengalami kenaikan dibandingkan dengan 2022. Dia menjelaskan, IPOMI mencatat kenaikan load factor sebesar 45 persen pada masa angkutan Lebaran tahun lalu.
“Tahun 2023 ini masyarakat lebih tenang melakukan perjalanan karena kebijakan pemerintah untuk dokumen perjalanan sudah kembali seperti saat sebelum pandemi. Kami melihat kenaikan load factor-nya bisa mencapai 60 persen,” ujarnya.
Dia berharap semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum seperti bus pada mudik tahun ini. Kurnia menuturkan, meski pemerintah menginginkan masyarakat naik angkutan umum, kenyatannya masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
BACA JUGA: Sinopsis Film Horor Losmen Melati, Tayang di Bioskop Kamis Besok
Dia menambahkan, pada dasarnya armada bus telah siap beroperasi pada masa angkutan lebaran. Karena, bus-bus anggotan IPOMI saat ini merawat kendaraan secara rutin dan selalu lolos uji kelaikan atau KIR.
"Kami naikkan utilisasi saat angkutan lebaran. Mobil cek juga. Namun ada kawan-kawan meng-hire bus tambahan pariwisata. Kalau kurang lebih secara total kesiapan armada dari Sumatra hingga Jawa 113.000 unit," ungkapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
AESI mendorong optimalisasi lahan untuk mengejar target PLTS 100 GW dengan skema bertahap, termasuk rooftop dan pembangkit skala besar.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Polresta Sleman menyiapkan gelar perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak untuk menentukan peningkatan kasus ke tahap penyidikan.
Warga Kalibawang mendukung rencana RSUD di utara Kulonprogo dan siap melepas lahan dengan syarat UGR wajar serta tenaga kerja lokal dilibatkan.
Buruh DIY meminta jaminan pesangon masuk RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam audiensi dengan Pemda DIY, Kamis (17/9/2026).