Advertisement

Anies Singgung Isi Buku How Democracies Die, Sebut Cara-Cara Menyingkirkan Oposisi

Surya Dua Artha Simanjuntak
Senin, 02 Januari 2023 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
Anies Singgung Isi Buku How Democracies Die, Sebut Cara-Cara Menyingkirkan Oposisi Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa para relawan saat peresmian relawan IndonesiAnies di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa (2/11/2022). Kelompok relawan IndonesiAnies nantinya akan menggalang dukungan kepada Anies Baswedan yang telah diusung Partai NasDem dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA– Bakal calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan kembali menyinggung bagaimana demokrasi di suatu negara bisa mati.

Anies menyinggung hal tersebut seusai menonton film dokumenter The Edge of Democracy (2019) bersama putranya Mikail Azizi. Dia pun membagikan momen sekaligus mengulas film itu di media sosial pribadinya, Senin (2/1/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Menonton dokumenter ini mengingatkan pada buku How Democracies Die, bahwa ada tiga tahap untuk melemahkan demokrasi secara perlahan dan tak disadari,” tulis Anies.

Dia pun menjelaskan tiga tahapan tersebut. Pertama, dengan menguasai 'wasit' dalam demokrasi. Caranya, dengan mengganti para wasit itu dengan yang pro penguasa.

BACA JUGA: Diserang Gerombolan Tawon Vespa, Pria Ini Meninggal Dunia

“Ganti para pemegang kekuasaan di lembaga negara netral dengan pendukung status quo,” jelas mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Kedua, singkirkan para oposisi dengan cara kriminalisasi, suap, ataupun skandal. Ketiga, dengan cara ganti aturan main terkait kekuasaan.

“Ubah peraturan negara untuk melegalkan penambahan dan pelanggengan kekuasaan,” ujar Anies.

Lebih lanjut, dia mengatakan pelemahan demokrasi sering kali diterima masyarakat karena terjadi secara perlahan. Dengan perubahan secara bertahan, publik jadi terbiasa dengan kondisi baru yang sebenarnya buruk.

“Kondisi yang penuh oleh praktik yang dulunya dipandang tidak normal dan tidak boleh dinormalkan dalam demokrasi, tapi karena perburukkannya berlangsung perlahan maka tanpa disadar dianggap kewajaran baru,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Anies menekankan demokrasi tak boleh dianggap sebagaimana sebuah hadiah melainkan suatu yang harus diperjuangkan dan dirawat. Penyimbangan prinsip demokrasi, meski sedikit, tak boleh dibiarkan.

“Pesan pentingnya: bila terlambat maka akan menjadi terlalu berat untuk dikembalikan pada relnya,” tekan Anies.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Empat Hari, Peserta Pelatihan Menulis DPAD DIY Terbitkan Sebuah Buku

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement