Advertisement
China Mendadak Kirim 21 Pesawat Tempur ke Taiwan
Presiden China Xi Jinping (kanan) berinteraksi dengan Presiden AS Donald Trump didampingi Melania Trump. (Reuters)
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Konflik antara China dan Taiwan kembali memanas. Beijing dikabarkan mengirim pesawat yang dilengkapi dengan pembom nuklir ke pertahanan Taiwan.
BACA JUGA: China-Taiwan Memanas
Advertisement
China tampaknya masih belum puas dengan hasil perundingan G-20 Bali beberapa waktu lalu.
Mereka melihat jika campur tangan Barat dan beberapa negara lain di Taiwan masih sangat kental. Itulah mengapa, China berusaha kembali memeringatkan Taiwan dan sekutunya pada pertegahan Desember 2022 ini.
Kementerian Pertahanan Nasional di Taipei mengatakan bahwa selama 24 jam dari Senin hingga Selasa, China mengirim 21 pesawat, termasuk 18 pembom strategis Xian H-6, ke barat daya ADIZ Taiwan.
Delapan pesawat militer dan tiga kapal perang lainnya juga terlihat di sekitar pulau.
ADIZ adalah area di mana pesawat asing dilacak dan diidentifikasi sebelum mereka mencapai wilayah udara suatu negara.
“Dengan mengirimkan lebih banyak pembom strategis dengan kemampuan anti-akses dan penyangkalan wilayah, China dapat menyampaikan pesan bahwa mereka dapat menolak dukungan asing ke Taiwan,” kata Jyh-Shyang Sheu, pakar militer di Institut Nasional Taiwan. Riset Pertahanan dan Keamanan (INDSR).
Apa yang membuat China murka?
Beruntung, yang membuat China dan Presiden Xi Jinping marah kali ini bukan Amerika Serikat, melainkan Jepang. Sebab jika AS yang kembali berulah, maka respons China akan lebih keras dari ini.
Dilaporkan jika seorang anggota senior Partai Demokrat Liberal Jepang menyelesaikan kunjungannya ke Taipei.
Dia adalah Koichi Hagiuda yang juga menjabat kepala kebijakan LDP. Hagiuda menjadi kepala LDP pertama yang mengunjungi Taiwan dalam hampir 20 tahun.
Hagiuda, yang dikenal dekat dengan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan menyerukan pendalaman kerja sama antara kedua belah pihak di tengah meningkatnya tekanan militer dan ekonomi China terhadap Taiwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
Advertisement
Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Hari Ini, Sabtu 31 Januari 2026
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Industri Minuman Alkohol Sumbang Triliunan Rupiah ke Ekonomi Nasional
- KJRI Johor Bahru Ungkap Kronologi Penyelundupan 7,5 Ton Pasir Timah
- Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 30 Januari, Permudah Mobilitas Warga
- Disdikpora Kulonprogo Beri Tali Asih Siswa SD Bawa Adik ke Sekolah
- Uni Eropa Tetapkan IRGC Iran Sebagai Organisasi Teroris
- China Eksekusi 11 Terpidana Jaringan Penipuan Lintas Negara
- Investasi Kulonprogo 2025 Tembus Rp566 Miliar, PSN YIA Jadi Pengungkit
Advertisement
Advertisement



