Kereta Cepat Jakarta-Bandung Balik Modal Setelah 38 Tahun

Dany Saputra
Dany Saputra Rabu, 09 November 2022 23:27 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Balik Modal Setelah 38 Tahun

Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022)./Dok. KCIC

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung baru bisa balik modal dalam waktu 38 tahun setelah commercial operation date (COD) atau beroperasi komersial pada Juni 2023.

"Jadi sesuai perhitungan FS [feasibility study] itu [bisa balik modal] di 38 tahun," kata Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (9/11/2022).

Dwiyana juga menjelaskan bahwa prediksi balik modal dalam kurun waktu hampir empat dekade itu dengan penetapan tarif Rp350.000 untuk jarak paling jauh.

Kendati demikian, selama tiga tahun pertama, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta agar tarif tertinggi ditetapkan sebesar Rp250.000 selama tiga tahun.

Adapun, saat ini pemerintah tengah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebesar Rp3,2 triliun. Tambahan PMN itu guna menyetorkan modal ke ke ekuitas KCIC, di mana KAI berperan sebagai pemimpin konsorsium BUMN Indonesia, dalam rangka pembayaran pembengkakan biaya proyek.

Biaya bengkak atau overrun cost proyek kereta cepat hasil review teranyar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yakni US$1,449 miliar atau Rp21,4 triliun. Biaya bengkak akan dibayar dengan proporsi 25 persen ekuitas KCIC dan 75 persen pinjaman China Development Bank (CDB).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online