Advertisement
Viral! Waroeng SS Potong Gaji Karyawan Rp300 Ribu Bagi yang Terima Bansos, Netizen Ngelus Dada Ingat UMR Jogja

Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Viral di media sosial surat edaran Waroeng SS yang menerapkan kebijakan pemotongan gaji kepada karyawan yang menerima bansos bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah.
Seperti diketahui, pemerintah telah memberikan bantuan Rp600.000 kepada pekerja yang lolos verifikasi.
Advertisement
Data penerima BSU ini diambil langsung dari data BPJS Ketenagakerjaan. Namun di tengah bahagianya bansos, karyawan Waroeng SS justru menghadapi keputusan sulit.
Manajemen Waroeng SS memutuskan untuk memotong Rp300 gaji karyawannya yang sudah menerima BSU.
Tak tanggung-tanggung, manajemen Waroeng SS akan memotong gaji karyawannya Rp300 per bulan.
Informasi ini didapat dari surat edaran yang viral di media sosial belum lama ini.
"Personel yang telah menerima BSU sebesar Rp600 ribu akan menerima pengurangan gaji sebesar Rp300 ribu per bulan untuk penerimaan gaji periode November dan Desember," bunyi Surat Edaran tersebut.
Bukan hanya memotong gaji, pada Surat Edaran tertanggal 21 Oktober 2022 tersebut, Waroeng SS juga meminta karyawan yang tidak terima dengan keputusan ini untuk megundurkan diri.
"Apabila ada personel yang keberatan atau melawan keputusan saya ini, silahkan menandatangani Surat Pengunduran diri," tambah mereka.
Tentu saja netizen dibuat geram dengan adanya surat edaran tersebut, sebab BSU adalah hak setiap karyawan yang tidak boleh dicampuri oleh perusahaan.
BACA JUGA: Prediksi BMKG DIY: Hujan Intensitas Ringan-Sedang Tiga Hari Mendatang
Dalam surat edaran yang viral pula, manajemen Waroeng SS juga menyampaikan mekanisme pembayaran BPJS Ketenagakerjaan karyawan mereka.
"Iuran BPJS personel WSS dibiayai oleh perusahaan, bukan dengan pemotongan gaji," bunyi surat edaran itu.
Namun menurut netizen, iuran BPJS memang kewajiban perusahaan sehingga WSS diharapkan tidak meromantisasi hal tersebut.
" BPJS itu hak pekerja. Jangan merasa dermawan hanya karena ikut iurannya," tulis akun @buruhyogyakarta.
Netizen ngelus dada...
Dalam sebuah postingan yang beredar, beberapa netizen telah menghubungi pemilik WSS yakni Yoyok Heri Wahyono dan dia mengakui kebijakan tersebut dibuat oleh WSS.
Ini kembali membuat netizen ngelus dada sebab di tengah UMR Jogja yang relatif rendah, pekerja masih harus mengalami pemotongan gaji.
"Sudah UMR rendah, masih harus dipotong gajinya," komen salah satu netizen.
"Benar itu kebijakan saya. Matur nuwun info dan atensinya. Kita lanjutkan perjuangan," kata Yoyok, Direktur WSS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Twitter @jogjamnfs
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sejumlah Kepala Negara Ucapkan Selamat Idulfitri kepada Presiden Prabowo
- Tanah Longsor di Jalan Raya Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Menimpa Kendaraan, 10 Orang Meninggal Dunia
- Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Wafat, Presiden Melayat ke Katedral Jakarta
- Arus Balik, 16.700 Orang Telah Tiba di Stasiun Gambir
- Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka
Advertisement

Libur Lebaran, Pantai Glagah Kulonprogo Dipadati Puluhan Ribu Wisatawan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dompet Milik Penumpang Tertinggal di Gerbong Kereta Api Pangandaran, Berhasil Ditemukan Polsuska
- Pemerintah Klaim IKN Dikunjungi 12.900 Wisatawan dalam Sehari Saat Libur Lebaran 2025
- Aktivitas Kegempaan Gunung Gede Meningkat, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
- Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan 32 Persen, Jadi Ancaman Serius Sektor Perdagangan Indonesia
- Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
- Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 4 April 2025, Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan dan Berawan
- Bansos PKH Tahap Kedua dan BNPT April Kapan Cair? Simak Status dan Cara Mencairkannya
Advertisement
Advertisement