Advertisement

Diduga Korban KDRT, Perempuan Asal Boyolali Meninggal di Tangan Suaminya Sendiri

Nimatul Faizah
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:27 WIB
Jumali
Diduga Korban KDRT, Perempuan Asal Boyolali Meninggal di Tangan Suaminya Sendiri Ilustrasi KDRT (Freepik)

Advertisement

Harianjogja.com, BOYOLALI -- Seorang perempuan yang diduga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) asal Dukuh Sewengi, Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali meninggal dunia di tangan suaminya sendiri.

Kejadian nahas tersebut menimpa Sri Suyatmi, 50, dengan pelaku suaminya, Tarman, 40, di rumahnya sendiri di Dukuh Sewengi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Lesti Kejora Cabut Laporan KDRT terhadap Rizky Billar

Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Dalmadi, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin, pada Kamis (13/10/2022).

“Pada Kamis, 13 Oktober 2022 sekitar pukul 12.00 WIB, Polsek Ampel mendapatkan informasi dari Polsek Selo bahwa ada seorang laki-laki yang menyerahkan diri ke Polsek Selo terkait dugaan penganiayaan atau KDRT,” jelasnya.

Dalmadi mengatakan tindakan KDRT tersebut mengakibatkan korban yaitu istri pelaku meninggal dunia. Atas laporan tersebut, lanjut Dalmadi, Unit Reskrim Polsek Ampel mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

“Dan benar, korban [ditemukan] dalam keadaan terlentang, mulut tersumpal celana dalam warna ungu, dan badan tertutup selimut,” kata dia.

Sementara itu, Relawan Kompak yang berada di lokasi, Gogon, saat dihubungi Solopos.com mengatakan dirinya membawa jenazah korban. Ia mengatakan jenazah Sri Suyatmi dibawa ke RSUD Dr. Moewardi untuk diautopsi.

“Ini kejadian di Dukuh Sewengi, Kembang, Gladagsari, ada suami membunuh istrinya diduga karena cekcok kemudian si korban dicekik dan disumpal dengan celana dalam,” jelas Gogon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Salah Paham, ODGJ Asal Madiun Nyaris Dimassa di Gunungkidul

Gunungkidul
| Senin, 30 Januari 2023, 13:57 WIB

Advertisement

alt

Ke Depan, Naik Candi Borobudur Harus Pakai Sandal Khusus

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement