Advertisement

Segini Harta & Sumber Kekayaan Pangeran Charles Pasca Ratu Elizabeth II Meninggal

Arlina Laras
Jum'at, 09 September 2022 - 12:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Segini Harta & Sumber Kekayaan Pangeran Charles Pasca Ratu Elizabeth II Meninggal Raja Charles III / Instagram theroyalfamily.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Tahta Kerajaan Inggris turun ke tangan Putra Mahkota yakni Pangeran Charles pasca Ratu Elizabeth II meninggal pada Kamis (9/09/22) pada usia 96 di Kastil Balmoral, rumahnya di Skotlandia. 

Sesuai dengan urutan pewaris tahta Kerajaan Inggris, maka pada putra sulungnya Mantan Prince of Wales, Charles III akan bergelar sebagai Raja Inggris.

Menurut laporan Marie Claire, setiap anggota keluarga kerajaan Inggris memiliki net worth atau jumlah kekayaan bersih yang berbeda-beda. Bahkan, kini Raja Charles dinilai punya nilai kekayaan bersih tersendiri yang sangat tinggi. Lantas berapa jumlah kekayan dan darimana sumber harta tersebut? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Baca juga: Profil Ratu Elizabeth II, Pemimpin Kerajaan Inggris Terlama Sepanjang Sejarah

Kekayaan Bersih Raja Charles

Mengutip dari Finty, sebagai anggota Keluarga Kerajaan yang status pangkat paling tinggi, maka tak heran apabila Pangeran Charles memiliki kekayaan bersih cenderung besar.

Melansir dari Fortune, Ratu Elizabeth II meninggalkan lebih dari US$500 juta aset pribadi dari 70 tahun tahtanya kepada Charles, ketika dia dinobatkan sebagai raja.

Charles sudah menjadi ahli waris pada usia 3 tahun, ketika kakeknya Raja George VI meninggal dan ibunya naik takhta. Saat menjadi Raja Inggris, perkiraan kekayaan bersihnya telah meningkat menjadi $600 juta, per Celebrity Net Worth. Lantas darimana saja sumber kekayaan Pangeran Charles?

Berikut sumber Kekayaan Raja Charles saat ini

1. The Duchy of Cornwall

Menurut hukum kerajaan Inggris, anak tertua dari raja yang sedang memerintah akan mewarisi kepemilikan The Duchy of Cornwall atau Kadipaten Cornwall. Artinya, tingginya gelar memungkinkan Pangeran Charles memiliki penghasilan besar.

Advertisement

Apalagi melihat pendapatan Kadipaten Cornwall terbilang sangat besar. Hal ini karena, negara tersebut telah menjadi wilayah tertua dan terbesar di Inggris.

Duchy of Cornwall diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$1,3 miliar. Saat ini, ada 150 staf yang dipekerjakan oleh Kadipaten dengan lebih dari 130.000 hektar tanah, dan portofolio independen yang mengesankan. Meski, Pangeran Charles tidak memiliki kemampuan untuk menjual kepemilikan Duchy of Cornwall apa pun, tetapi dengan mengelola wilayah tersebut, maka Pangeran Charles akan memperoleh uang dengan menyewakan properti itu ke berbagai usaha komersial, petani, dan bahkan penduduk.

Adanya aktivitas ekonomi seperti itu maka wilayah tersebut mampu menghasilkan sekitar US$ 50 juta setiap tahun. Sekitar US$30 juta didistribusikan ke Prince of Wales, keluarganya, dan biaya manajemen yang ada.

Advertisement

2. The Crown Estate

The Crown Estate atau Perkebunan Mahkota memiliki dana kelola sekitar US$20 miliar, sebagian besar pendapatannya berupa properti (kastil, mansion, perkebunan, arena pacuan kuda, pusat perbelanjaan, taman ritel, dan gedung perkantoran) dan lahan yang luas (lahan pertanian, hutan, tepi pantai hingga dasar laut).

Selain dari Kadipaten, Pangeran Charles juga memperoleh sekitar US$ 3,5 juta per tahun dari Sovereign Grant yang merupakan persentase dari keuntungan dari Crown Estate.

Yayasan Sosial Milik Pangeran Charles

Dibalik jumlah kekayaannya yang fantastis. Tapi, sebagai anggota kerajaan berpangkat tinggi, tentu Pangeran Charles harus siap menghabiskan sebagian besar waktunya menghadiri tugas Kerajaan serta berfokus pada amal yang membantu orang miskin, sakit, dan kurang beruntung. Menurut Celebrity Net Worth, Pangeran Charles telah menjadi filantropis aktif melalui Yayasan Amal Pangeran Wales.

Didirikan pada tahun 1979, yayasan independen ini menjadi salah satu yang terbesar dan aktif di Inggris. Selama dekade terakhir, dia telah memberikan lebih dari US$72,5 juta dalam bentuk hibah. Salah satu penerima manfaat dari yayasan Pangeran adalah Tusk, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk menghentikan perburuan liar di Afrika.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Profil Samekto Wibowo, Guru Besar UGM yang Meninggal Setelah Terseret Ombak di Gunungkidul

Gunungkidul
| Minggu, 25 September 2022, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement