Advertisement
Pasokan Gas Melon ke Pengecer di Solo Berkurang
Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO — Sejumlah pengecer gas melon atau gas elpiji bersubsidi tabung 3 kg di Kota Solo mengaku kuota pasokan elpiji yang mereka terima lebih sedikit dibanding sebelum Iduladha 1443 H/2022 M.
Pasokan yang mereka terima dari agen dan pangkalan terpangkas sepertiganya. Imbasnya, warga pun sejak pertengahan Juli 2022 mengeluhkan sulitnya mendapat gas elpiji 3 kg di warung pengecer.
Advertisement
Gandung, 21, salah satu pengecer asal Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarasari, mengatakan, sebelum kelangkaan terjadi, dalam sepekan pasokan elpiji 3 kg di warungnya mencapai 20 tabung per pekan. Di warungnya, kelangkaan elpiji 3 kg terjadi sejak naiknya harga gas nonsubsidi 10 Juli 2022 lalu.
“Dulu nganter full biasanya 20-an tabung,” papar Gandung saat berbincang dengan Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (4/8/2022).
Kini, dalam beberapa pekan terakhir, pasokan di warung Gandung menurun.
Dia hanya mendapat jatah tujuh hingga delapan tabung per pekan. Artinya, pengurangan kuota pasokan yang ia terima hanya sepertiga dari pasokan awal.
“Ini jadi tujuh, kalau enggak delapan [tabung],” papar dia.
Sementara, Auliya, 23, pengecer asal Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari mengatakan warungnya juga hanya mendapat jatah pasokan 12 tabung per pekan.
Akibatnya, ia telah menaikkan harga elpiji 3 kg dari Rp18.000 menjadi Rp20.000. Hal itu telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Namun di warungnya, kelangkaan gas elpiji sudah terjadi sekitar pekan pertama setelah Iduladha 1443 H.
“Kami hanya dapat sepekan tiga kali. Jatahnya dari satu agen tiga kali ambil empat tabung, jadi 12 tabung aja,” papar Aul.
Padahal sebelumnya, warung milik Aul bisa mendapat pasokan dari dua agen dengan total 36 tabung. Artinya, stok tabung yang mereka punya hanya sepertiga dari stok biasanya.
“Awalnya jatah dua agen, masing-masing enam tabung. Jadi total bisa 36 tabung sepekan,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal DAMRI ke Bandara YIA, Selasa 6 Januari 2026
- Inflasi Gunungkidul 2025 Terendah se-DIY, Pangan Jadi Pemicu
- Antusias Tinggi, Honda Prelude 2026 Laku Keras Sejak Awal
- Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Baron, 6 Januari 2026
- Tips Tampil Fresh Seharian Meski Tanpa Makeup Berlebihan
- Rekor Nataru 2025, Wisatawan Kulonprogo Tertinggi 3 Tahun
- Jadwal SIM Keliling Sleman, Selasa 6 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




