Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com, WONOGIRI — Wisata Hutan Kota Kaki Gandul yang berada di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani Wonogiri, di Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri gulung tikar karena pandemi Covid-19.
Pantauan Solopos.com--jaringan Harianjogja.com, Senin (25/7/2022), wisata yang tak jauh dari pelintasan kereta api Alas Kethu dalam kondisi memprihatinkan.
Berbagai wahana mancakrida yang terbuat kayu dari sudah keropos. Taman-taman sudah ditumbuhi rumput liar tak beraturan. Perahu kecil yang berada di sungai pun hanya tinggal kerangka. Sementara jembatan tak bisa lagi dilalui.
Tak hanya itu, kereta kelinci yang dulu kerap dinaiki anak-anak pun seperti tinggal menunggu untuk dikilokan. Rumah-rumah pohon yang sempat sering jadi tempat swafoto kini sudah berlumut. Kayu-kayunya tampak sudah keropos, mudah patah.
Ketika mencoba mengelilingi wisata yang sempat jaya sekitar 2017 itu, nyamuk yang ada di lingkungan sekitar seolah tak berhenti mendenging.
Kepala TPK Perhutani Wonogiri, Budiono, mengatakan wisata Hutan Kota Kaki Gandul sudah berhenti sejak pandemi Covid-19. Sejak saat itu tidak ada lagi pengunjung yang datang ke sana. Hanya tiga karyawan yang saban pekan mengecek wisata meski tak ada satu pun wisatawan.
“Sebelum pandemi Covid-19 pun sebenarnya wisata ini belum menguntungkan. Selama lebih kurang empat tahun beroperasi, pengelola belum mendapatkan keuntungan. Uang yang masuk hanya cukup menggaji karyawan dan mendukung operasional wisata,” kata Budi saat ditemui Solopos.com di TPK Wonogiri, Senin (25/7/2022).
Saat pembukaan pada 2017 lalu, wisata ini belum benar-benar jadi. Kala itu, proses pengerjaan masih sekitar 50 persen.
Hal itu dilakukan agar warga mengetahui bahwa ada wisata di tengah kota. Selain itu, agar pengelola mendapat pemasukan untuk mengembangkan wisata.
Wisata Hutan Kaki Gandul memang sempat ramai. Tetapi hanya saat tiga bulan pertama.
Bulan-bulan setelahnya tidak lebih dari 30 orang yang berkunjung ke sana setiap harinya. Meski harga tiket masuk hanya Rp4.000/lembar saat hari kerja dan Rp5.000/lembar saat akhir pekan, tak banyak warga kota yang bermain di lahan milik Perhutani itu.
“Yang punya wisata ini pihak ketiga, swasta. Tapi ada perjanjian kerja sama dengan Perhutani. Sebanyak 65 persen untuk pengelola dan 35 persen untuk perhutani,” ujar Budi yang juga salah satu pengelola wisata kala itu.
Saat ini sudah banyak kayu-kayu milik Perhutani yang di kawasan TPK Wonogiri. Kayu-kayu itu sudah memenuhi lahan yang mulanya menjadi wisata seluas 1,8 hektare.
Eks Pengelola Wisata Hutan Kaki Gandul lainnya, Sutrisno, membenarkan hal tersebut. Sebelum pandemi Covid-19 pun wisata yang tak jauh dari Alas Kethu itu sudah ada tanda-tanda bangkrut.
“Sulit kalau mau menghidupkan wisata ini lagi. Butuh biaya yang tidak sedikit. Dulu waktu modal awal, mungkin Ro100 juta ada. Padahal di sini strategis. Di tengah kota, banyak sekolah juga,” tutur Trisno.
Dulu, sambung dia, wisatawan banyak dari kalangan remaja. Sayangnya, wisata alam itu masih banyak nyamuk.
Tak jarang para pengunjung menyesalkan hal itu. Hal itu pula yang menjadi salah satu penyebab para warga kota enggan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Subaru membentuk divisi khusus mobil sport untuk menghidupkan kembali DNA performa yang selama ini identik dengan WRX STI. Penggemar kini menanti gebrakan besar
Timnas Indonesia menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026. John Herdman dan Nadeo Argawinata optimistis Garuda mampu membuka turnamen dengan k
Meta resmi meluncurkan Facebook Verified, fitur verifikasi akun gratis melalui video selfie. Simak cara mendapatkan lencana verifikasi dan perbedaannya dengan M