Advertisement

Jangan Salah Kaprah! Borobudur Tak Masuk Daftar 7 Keajaiban Dunia, Ini Fakta-faktanya

Arlina Laras
Senin, 18 Juli 2022 - 13:57 WIB
Bhekti Suryani
Jangan Salah Kaprah! Borobudur Tak Masuk Daftar 7 Keajaiban Dunia, Ini Fakta-faktanya Sejumlah karyawan Balai Konservasi Borobudur (BKB) mengikuti aksi Reresik Candi Borobudur (membersihkan Candi Borobudur) di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - Anis Efizudin

Advertisement

Bisnis.com, JAKARTA - Fakta menyebutkan bahwa Candi Borobudur tidak masuk sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia versi baru.

Hal ini bermula dari pernyataan YouTuber Leonardo Edwin, seorang anggota dari PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) yang membagikan pengetahuannya soal Borobudur dan menilai telah terjadi salah kaprah, di mana banyak pihak menganggap Borobudur masuk 7 keajaiban dunia.

"Sebelumnya aku juga percaya Borobudur tuh salah satu dari 7 keajaiban dunia. Tapi ternyata ini salah kaprah gais. FYI aja, Borobudur gak pernah masuk keajaiban dunia. Pernah masuk nominasi iya, tapi jadi salah satunya, gak pernah,” ungkapnya melalui Instagram Story pada Kamis (14/07/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Faktanya, memang Borobudur hanya termasuk salah satu dalam list dari UNESCO World Heritage (Warisan Dunia UNESCO) sejak 1991, tetapi tidak pernah masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia atau New 7 Wonders of the World. Candi ini juga tidak masuk dalah The Seven Wonders of Ancient World (7 Keajaiban Dunia Kuno), 7 Wonders of the Middle Age (7 Keajaiban Abad Pertengahan), maupun di daftar 7 keajaiban lainnya.

Lantas apa saja fakta terkait tidak masuknya Candi Borobudur dalam 7 keajaiban dunia?

Awal Mula Penentuan 7 Keajaiban Dunia

Menurut The Guardian, hal ini diawali oleh Antipater Sidon, seorang pelancong asal Yunani Kuno. Dalam karya puisinya (sekitar 140 SM), dia menyebutkan ada beberapa situs yang menarik.

Tempat-tempat itu adalah Taman Gantung Babilonia, Patung Zeus di Olympia, Piramida Mesir, Mausoleum Halicarnassus, Kuil Artemis di Zeus di Yunani, Colossus dari Rhodes, dan Pharos dari Alexandria.

BACA JUGA: Ada Gelombang Tinggi, Sebagian Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Bantul

Catatan yang berisi 7 tempat itu pun kemudian terkenal dan menimbulkan rasa penasaran penduduk dunia terhadap ketujuh tempat tersebut. Berawal dari itu lah, budaya menentukan 7 keajaiban dunia dilakukan.

Advertisement

Namun, mengingat bahwa daftar 7 Keajaiban asli disusun pada abad ke-2 sebelum masehi (SM) dan hanya satu peserta yang masih berdiri (Piramida Giza). Akhirnya pada tahun 2000, berdasarkan Encyclopaedia Britannica, sebuah yayasan di Swiss New Open World Corporation (NOWC) disebutkan kembali meluncurkan kampanye untuk menentukan 7 Keajaiban Dunia Baru.

Diketahui, pemilihan 7 Keajaiban Dunia tidak ada kaitannya dengan UNESCO. Kampanye yang dimulai sejak 2000 dan diumumkan pada 2007 lalu. menghasilkan 7 area terpilih yang diabadikan sebagai 7 keajaiban dunia menurut New Open World Corporation adalah:

1. Colosseum Italia
2. Tembok Besar China
3. Petra Yordania
4. Machu Picchu di Peru
5. Taj Mahal India
6. Patung Kristus Penebus di Brasil
7. Chichen Itza di Meksiko

Advertisement

Candi Borobudur Masuk Nominasi

Pada awal nominasi, Candi Borobudur masuk dalam urutan ke-176 dari 7 Keajaiban Dunia. Sayangnya, Candi Borobudur gagal terpilih dalam peringkat 77 teratas untuk lanjut pada tahap berikutnya. Selain Borobudur, dari Indonesia ternyata juga memasukkan sawah Terasering Tegallalang di Bali. Sayangnya sawah ini juga gagal masuk ke tahap selanjutnya

Sistem Penilaian Tuai Banyak Kritik

Pemungutan suara dilakukan secara bertahap mulai 2000 hingga 2007. Walau Poling itu diikuti hingga 100 juta voters, namun sistem penilaian yang menggunakan suara terbanyak tersebut menuai banyak kritik. Sebab, 7 lokasi yang meraih suara terbanyak adalah tempat-tempat populer yang sudah sering dikunjungi banyak orang dan hal itu dianggap tidak mewakili.

Sebagai informasi, pihak penyelenggara menyiapkan 7 panelis untuk memilih 21 finalis dari 77 destinasi wisata yang diikutsertakan.

Tujuh panelis tersebut diambil dari para arsitek di berbagai belahan dunia. Mereka adalah Aziz Tayob, Cesar Pelli, Zaha Hadid, Harry Seidler, Tadao Ando, Federico Mayor Zaragoza, dan Yunho Chang. Pilihan para ahli internasional didasarkan pada kepentingan arsitektur dan budaya, serta keindahan monumen dan strukturnya.

Advertisement

UNESCO Sebut Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia

Meski candi megah ini memang tak pernah memenangkan polling untuk masuk dalam 7 keajaiban dunia yang baru maupun yang kuno. Namun, ada beberapa alasan UNESCO menetapkan Borobudur sebagai situs warisan dunia lantaran bangunan candinya yang unik dengan arsitektur luar biasa. Pasalnya, setiap bangunan di Borobudur memiliki karakteristik dan makna tersendiri.

Selain itu, ada beberapa kriteria lain mengapa candi bercorak Buddha ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia, diantaranya:

Kriteria pertama: Kompleks Borobudur merupakan hasil mahakarya arsitektur Buddhis. Hal ini dikarenakan Borobudur memadukan stupa, candi, serta gunung dalam bangunannya.

Advertisement

Kriteria kedua: Candi Borobudur adalah contoh luar biasa untuk seni dan arsitektur di Indonesia, khususnya pada abad ke-8 dan akhir abad ke-9 Masehi.

Kriteria ketiga: Borobudur berhasil menggambarkan konsep Buddhis mencapai Nirwana, yang diperlihatkan lewat bangunan candi.

Di samping itu, Pengkaji Pelestari Balai Konservasi Borobudur Brahmantara, menambahkan bahwa proses pembuatannya sendiri sudah merupakan keajaiban dari sisi ilmiah, terutama di zaman itu. Candi Borobudur disusun menggunakan teknik penguncian (interlock), yaitu teknik yang mirip puzzle jigsaw.

Hal ini bisa dilihat pada susunan batu candi pada bagian bawah dan pintu gerbang. Jadi, bagian batu yang akan disusun sudah dibentuk sedemikian rupa agar bisa disusun dengan teknik penguncian.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kunjungan Turis Asing ke Jogja Meningkat, Paket Wisata Ini yang Justru Disukai

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement