Advertisement
Utang Luar Negeri Indonesia Turun, Ini Penyebabnya
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2/2020). - JIBI/Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Utang luar negeri (ULN) Indonesia turun pada periode Mei 2022. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi ULN Indonesia pada Mei 2022 sebesar US$406,3 miliar, turun dari bulan sebelumnya US$410,1 miliar.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ULN pada Mei 2022 terkontraksi sebesar 2,6 persen (year-on-year/yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 2,0 persen yoy.
Advertisement
BACA JUGA: Ini Rute Jalur Sepeda di Tol Jogja Solo
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa posisi ULN pemerintah turun sebesar 7,5 persen (yoy) menjadi US$188,2 miliar. Dia mengatakan penyebab utang luar negeri Indonesia turun pada Mei 2022, antara lain jatuh tempo beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) serta keuarnya aliran modal asing dari pasar SBN.
“Tren penurunan ULN terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo di bulan Mei 2022 dan pengaruh sentimen global yang memicu pergeseran investasi portofolio di pasar SBN domestik oleh investor nonresiden,” katanya dalam siaran pers, Jumat (15/7/2022).
Erwin mengatakan posisi ULN Pemerintah ini relatif aman dan terkendali jika dilihat dari sisi refinancing risk jangka pendek, mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN dalam jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,8 persen dari total ULN Pemerintah.
Sejalan dengan itu, ULN swasta pada Mei 2022 tercatat terkontraksi sebesar 0,7 persen (yoy) menjadi sebesar US$209,4 miliar.
Penurunan tersebut kata Erwin dikontribusikan oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan yang mengalami kontraksi sebesar 0,9 persen yoy, setelah pada bulan sebelumnya meningkat sebesar 0,8 persen (yoy).
BACA JUGA: ORI DIY Beberkan 3 Alasan Praktik Jual Beli Seragam di Sekolah Terus Terjadi
“Perkembangan ini terutama berasal dari pembayaran pinjaman dan surat utang yang jatuh tempo,” jelas Erwin.
Dia menambahkan, posisi ULN Indonesia pada Mei 2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 32,3 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 32,6 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
- Kawanan Gajah Liar Rusak Perumahan Karyawan di Siak, Tiga Motor Hancur
- DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
- BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
Advertisement
Mudik Lebaran 2026, Arus Terminal Giwangan Diprediksi Naik 10 Persen
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 23 Februari 2026
- Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Kasus Bripda MS di Tual
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 23 Februari 2026, Tarif Rp12.00
- UMKM Kulonprogo Didorong Segera Urus Sertifikasi Halal di Ramadan
- Iran Dorong Kesepakatan Nuklir Sederhana dengan AS
- Waspada Cuaca Ekstrem di DIY 23-28 Februari, Hujan Lebat Angin Kencang
- 13 DPC PSI Semarang Mundur Massal Seusai Ketua DPD Diganti
Advertisement
Advertisement








