Advertisement
Waspada! Covid-19 Indonesia Naik 6 Kali Lipat, DIY Termasuk Penyumbang Kasus Terbanyak
Petugas Satpol PP Badung melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan saat sidak di sebuah hotel di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (8/2 - 2022). Sidak dan pengawasan protokol kesehatan terus dilakukan di berbagai wilayah Bali seperti di kawasan pariwisata dan area publik lainnya seiring dengan naiknya level PPKM di Bali menjadi level 3 karena peningkatan kasus COVID/19 serta rawat inap yang meningkat. ANTARA FOTO
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa kenaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia naik enam kali lipat dibanding bulan Juni, dan paling besar disumbang Pulau Jawa dan Bali.
Juru Bicara (jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa pulau Jawa dan Bali menyumbang kasus harian terbanyak secara nasional pada Selasa, 12 Juli 2022.
Advertisement
“Pulau Jawa dan Bali menyumbang kasus harian positif Covid-19 sebesar 95,45 persen dari total kasus berasal dari pulau Jawa-Bali,” katanya, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/7/2022).
Lebih lanjut, dia menilai kenaikan kasus tersebut harus menjadi perhatian bersama. Penyebabnya, kenaikan yang terjadi masih terpusat di dua pulau dengan pergerakan masyarakat paling banyak dan besar.
BACA JUGA: Pencairan Uang Perizinan Apartemen Royal Kedaton Jogja Disoroti KPK
Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tercatat bahwa penambahan kasus positif harian di Pulau Jawa Bali pada 12 Juli 2022 berada di angka 3.028 kasus dengan kontribusi terhadap kasus positif nasional mencapai 95,45 persen.
Adapun, untuk jumlah total kasus positif di luar Jawa-Bali mencapai 153 dengan kontribusi terhadap kasus positif nasional mencapai 4,55 persen.
Selanjutnya, dia meminta agar masyarakat makin aktif untuk melakukan vaksinasi, khususnya bagi yang sudah harus disuntik dosis penguat (booster).
Hal ini dikarenakan, penyuntikan booster cenderung stagnan dengan cakupan tertinggi berasal dari Bali mencapai 58 persen.
“Setelah Bali disusul DKI Jakarta, Kepulauan Riau, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur tetapi belum mencapai 50 persen. Bahkan, 28 dari 34 provinsi di Indonesia cakupannya masih di bawah 30 persen,” tutur Wiku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Zulhas Nilai Lima Tahun Tak Cukup Wujudkan Program Prabowo
- Akademisi Diminta Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Thailand Berlakukan Larangan Alkohol Nasional Saat Pemilu
- Iwa K Tertawakan Rumor Ayah Kandung Ressa Rizky
- Big Match Liga Inggris, Liverpool vs Man City Penentuan
- HyperOS 3 Android 16 Masuk Tahap Akhir, HP Xiaomi Kebagian Update
- Asam Urat Tinggi? Ini Buah yang Disarankan Dikonsumsi
- Penganiayaan Anak di Sumbergiri Ponjong Berujung Laporan Balik
- Jadwal Bola 8-9 Februari: Timnas U-17 dan Big Match Eropa
Advertisement
Advertisement




