Advertisement

Rusia Berencana Serang Ukraina dengan Rudal Krypton

Aprianto Cahyo Nugroho
Selasa, 12 Juli 2022 - 06:57 WIB
Budi Cahyana
Rusia Berencana Serang Ukraina dengan Rudal Krypton Ilustrasi jet tempur Sukhoi SU-30. - tni/au.mil.id

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Militer Rusia berencana menyerang Ukraina mengggunakan peluru kendali atau rudal supersonik Krypton. Rudal tersebut akan ditembakkan dengan pesawat tempur Sukhoi Su-30SM.

Dilansir dari kantor berita Rusia TASS, salah seorang sumber dari Krimea mengatakan Armada Laut Hitam Rusia atau Black Sea Fleet akan menggunakan peluru kendali X-31 yang dikenal di Barat sebagai AS-17 Krypton pada jet tempur Sukhoi Su-30SM.

“Armada Laut Hitam menggunakan peluru kendali X-31 yang dikenal di Barat sebagai Krypton pada jet Su-30SM-nya. Ini akan sangat efektif,” kata sumber dari Krimea, Senin (11/7/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Penjahat Seksual Mengincar Anak-Anak di DIY lewat Video Call, 3 Orang Jadi Korban!

TASS belum memperoleh komentar resmi tentang masalah ini. Sebelumnya, belum ada laporan resmi mengenai penggunaan rudal X-31 pada pesawat tempur Su-30SM dalam serangan udara.

Diketahui, rudal Supersonik X-31 merupakan rudal udara dapat menyerang target di darat. Rudal ini juga dikenal dengan kode Kh-31 atau AS-17 Krypton. Biasanya, rudal Krypton ini dibawa oleh pesawat Mig-29 atau Su-27.

Sebelumnya, Rusia terus mengintensifkan serangan ke Ukraina menggunakan rudal. Serangan ini telah menghantam gedung apartemen lima lantai dan menghancurkan tiga bangunan yang berada di sekitarnya di kota Chasiv Yar, Ukraina timur.

Serangan tersebut menyebabkan 15 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, lalu atas terjadinya serangan tersebut, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengutuk keras serangan tersebut karena menurutnya, Rusia dengan sengaja menargetkan warga sipil dalam serangan di Chasiv Yar.

Di sisi lain, Ukraina telah memperingatkan penduduk Kherson selatan dan Zaporizhzhia untuk mengungsi karena Ukraina bersiap untuk melakukan serangan balasan dan kembali merebut wilayah tersebut.

Advertisement

Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk, mengatakan akan ada pertempuran, penembakan artileri dan mendesak penduduk untuk segera mengungsi.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Bisnis Kerajinan Celengan Karakter Berbahan Gipsum di Bantul Datangkan Untung Jutaan Rupiah

Bantul
| Selasa, 04 Oktober 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement