Advertisement
Jamu Delegasi G20, Kraton Solo Siapkan Menu Kesukaan Raja PB XII, Apa Saja?
Pendopo, Ndalem Ageng, Pringgitan di Puro Mangkunegaran, Jl Ronggowarsito No 83, Kelurahan Keprabon, Banjarsari, Solo, Senin (29/3/2021). JIBI - Solopos/Wahyu Prakoso
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO -- Kraton Surakarta Hadiningrat akan menyiapkan menu khusus kesukaan Raja Pakubuwono XII untuk delegasi Forum Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) Group of Twenty (G20).
Jamuan itu diberikan saat Kraton Solo menjadi venue Welcome Dinner G20 pada Selasa (5/7/2022) sore ini.
Advertisement
Keraton Solo tak hanya menghidangkan sederet makanan tradisional, tetapi juga memberikan makanan kegemaran raja. Salah satunya, setup makaroni.
BACA JUGA: Aturan Terbit, Minyak Goreng Curah Kemasan Meluncur 6 Juli 2022
Setup makaroni akan disajikan sebagai makanan pembuka untuk para delegasi. Hal itu disampaikan oleh Pengageng Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri, R. Ay. Febri Dipokusumo seusai acara wilujengan pada Senin (4/7/2022) sore. “Untuk makanan pembuka setup makaroni itu kesukaan dari PB XII,” jelasnya.
Bahkan, setup makaroni yang disajikan untuk tamu VIP saat Welcome Dinner akan diolah langsung oleh Gusti Ratu Alit, putri tertua mendiang Raja Keraton Surakarta Paku Buwono XII. “Jadi semua gusti-gusti mengolah dan memasak setup makaroni. Untuk tamu khusus nanti Gusti Ratu Alit mengolah sendiri setup makaroni. Jadi tidak untuk semua,” ucap Febri.
Sajian kedua yang juga menjadi kesukaan raja Solo adalah bestik galantin. Makanan satu ini juga disebut-sebut merupakan kuliner khas Belanda zaman dulu. Bestik sering dihidangkan untuk menyambut tamu kerajaan.
“Bestik galantin juga termasuk kesukaan Sinuwun sekarang. Karena itu jadi bentuk orang barat biasa menyebut dengan bistik ya. Kalau kita lebih tradisional,” tuturnya.
Kemudian menu lain yang akan diberikan yakni cokelat truffle yang juga hidangan kesukaan raja.
Pemilihan sejumlah hidangan tersebut untuk Welcome Dinner TIIWG G20 di Kraton Solo ini rupanya memiliki alasan tersendiri. Menurut Febri, makanan yang disajikan mempunyai cerita dan makna. “Jadi intinya bahwa semua makanan yang disajikan ada cerita ada maksud kenapa kami memilih itu,” pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
Advertisement
Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Wali Kota Genjot Transaksi Digital untuk Parkir dan Pasar Kota Jogja
- Kenaikan Harga Pertalite Tunggu Evaluasi
- Ramadan 1447 H, Ribuan Mitra Grab Tebar Takjil Termasuk di Jogja
- Aset Perbankan DIY Tembus Rp115 Triliun pada Awal 2026
- Truk Kontainer Tabrak Pohon di Prambanan Klaten
- 50 Ribu Driver Ojol Maxim Terima Bonus Hari Raya
- Trump Klaim AS Menang Perang dengan Iran, Operasi Militer Berlanjut
Advertisement
Advertisement








