Advertisement

Gegara Bantu Ukraina, Tentara Bayaran Inggris Terancam Hukuman Mati

John Andhi Oktaveri
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:37 WIB
Bhekti Suryani
Gegara Bantu Ukraina, Tentara Bayaran Inggris Terancam Hukuman Mati Tim penyelamat berada di lokasi pusat perbelanjaan yang terkena serangan rudal Rusia di Kremenchuk, di wilayah Poltava, Ukraina, Senin (27/6/2022). Reuters - Anna Voitenko

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Dua pria Inggris kembali ditangkap dan terancam hukuman mati akibat membantu pasukan Ukraina dalam perang Rusia vs Ukraina.

Keduanya kini ditahan oleh pasukan pro-Rusia di Ukraina timur dengan tuduhan sebagai tentara bayaran.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Jaksa yang didukung Rusia di wilayah pendudukan Ukraina telah mendakwa Andrew Hill dan Dylan Healy dengan tuduhann"perampasan kekuasaan secara paksa" dan menjalani pelatihan "teroris".

Informasi tersebut dikabarkan kantor berita negara di Donetsk yang dikuasai Rusia seperti dikutip TheGuardian.com, Minggu (3/7/2022).

Tuduhan itu memicu reaksi marah dari pemerintah Inggris.

BACA JUGA: Duh..Truk Tangki Pengangkut Tinja Terperosok di Kulonprogo

"Kami mengutuk eksploitasi tawanan perang untuk tujuan politik dan telah membicarakan hal ini dengan Rusia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Inggris juga terus berhubungan dengan pemerintah Ukraina mengenai kasus mereka dan sepenuhnya mendukung Ukraina dalam upayanya untuk membebaskan kedua pria itu.

Advertisement

Berdasarkan konvensi Jenewa, kombatan yang ditangkap harus diperlakukan secara manusiawi setiap saat. Pegiat hak asasi manusia menuduh Rusia mengeksploitasi penangkapan mereka untuk memberikan tekanan diplomatik di Barat.

“Peluang Healy dan Hill menerima pengadilan yang adil baik di Republik Rakyat Donetsk atau di Rusia sendiri semakin kecil,” kata Kristyan Benedict, manajer tanggap krisis Amnesty International Inggris.

Jika pihak berwenang tidak memberikan bukti yang jelas bahwa Healy dan Hill terlibat dalam kejahatan perang maka proses peradilan palsu ini harus segera dihentikan.

Advertisement

Hill, yang diidentifikasi sebagai ayah dari empat anak dari Plymouth, terlihat digiring di televisi Rusia dalam beberapa klip, termasuk yang ditayangkan bulan lalu dengan judul: “Eksklusif – sebelum eksekusi.”

Dalam klip itu, dia tampaknya telah diberitahu bahwa dia mungkin menghadapi tuntutan pidana, dengan mengatakan bahwa dia "ditahan sebagai tersangka tentara bayaran".

Hill yang dilaporkan sebelumnya bertugas di resimen Lancaster tentara Inggris, pertama kali ditampilkan di TV Rusia setelah penangkapannya pada akhir April. Dalam video tersebut, pria berusia 35 tahun itu tampak terluka parah, dengan kepala dibalut dan lengan kirinya digips.

Sedangkan Healy, dari Huntingdon, dilaporkan bekerja di Ukraina sebagai sukarelawan bantuan kemanusiaan.

Advertisement

Sebelummya dua warga Inggris dan seorang Maroko dijatuhi hukuman mati atas tuduhan yang sama oleh pihak berwenang di Donetsk yang dikuasai Rusia.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Ciri Khas Tiap Kemantren Berkumpul di Festival Jogja Kota 2022

Jogja
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Sambut Natal, Patung Cokelat Sinterklas Terbesar di Indonesia Ada di Hotel Tentrem Jogja

Wisata
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement