Advertisement
Update Perang Rusia vs Ukraina: Hancur! Rudal Rusia Hantam Lapangan Terbang Ukraina
Salah satu apartemen di kota Kharkiv, Ukraina yang dibom oleh pasukan Rusia - The Moscow Times
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terus melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina yang sudah berlangsung sejak 26 Februari 2022.
Pada hari kemarin, serangan rudal Rusia menghancurkan peralatan penerbangan Angkatan Udara Ukraina di lapangan terbang militer Dnepr.
Advertisement
Di wilayah Kharkov, fasilitas produksi perusahaan untuk pemulihan senjata dan peralatan militer Angkatan Bersenjata Ukraina dihancurkan.
Selain itu, rudal peluncuran udara presisi tinggi menghantam 2 pos komando, 27 area konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer Angkatan Bersenjata Ukraina, 5 posisi tembak artileri Ukraina, termasuk 2 baterai sistem peluncuran roket ganda di area tersebut.
"Soledar dan Praskoviyivka dari Republik Rakyat Donetsk, serta 5 gudang senjata roket dan artileri dan amunisi di daerah Bakhmut, Berestovoye dari Republik Rakyat Donetsk dan Loskutovka dari Republik Rakyat Luhansk," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia Igor Konashenkov, Jumat (10/6/2022).
Sementara itu, penerbangan operasional-taktis dan militer menghantam 46 area konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer Angkatan Bersenjata Ukraina.
"Akibat dari serangan udara, lebih dari 150 nasionalis, enam tank, empat artileri lapangan, dan dua instalasi peluncur roket ganda Grad Ukraina dihancurkan," jelasnya.
Adapun sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh dua pesawat Angkatan Udara Ukraina dalam sehari. Pesawat yang ditembak jatuh antara lain 1 Su-25 di dekat Dolgenkiy, wilayah Kharkiv, dan 1 MiG-29 di dekat desa Inhulets, wilayah Dnepropetrovsk
"Termasuk, 5 kendaraan udara tak berawak Ukraina dihancurkan di daerah pemukiman Lozovaya, Glubokoe di wilayah Kharkiv, Borozenske di wilayah Kherson, Nevskoe di Republik Rakyat Donetsk, dan Popasnaya di Republik Rakyat Luhansk."
Selain itu, 4 rudal kompleks taktis Tochka-U dicegat di wilayah Popasnaya di Republik Rakyat Lugansk, Ledovka, Kalinovo di wilayah Kharkiv dan tiga peluru sistem roket peluncuran ganda Uragan di wilayah Malaya Kamyshevakha, Nizhnye Kupye di wilayah Kharkov dan Yakovlevka di Republik Rakyat Donetsk.
BACA JUGA: Ini Penyebab Izin Lokasi Tol Jogja-YIA Belum Terbit
Di sisi lain, pasukan roket dan artileri Rusia menghantam 62 pos komando, 138 posisi tembakan artileri, serta 303 area konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer Angkatan Bersenjata Ukraina.
Sebagai akibat dari serangan artileri, lebih dari 350 nasionalis, 7 kendaraan lapis baja, dua peluncur roket ganda Grad, 5 senjata artileri dan mortir lapangan, 16 kendaraan khusus, serta 11 gudang senjata roket dan artileri, amunisi dan bahan bakar dihancurkan.
Secara total, sejak awal operasi militer khusus 195 pesawat, 130 helikopter, 1.168 kendaraan udara tak berawak, 336 sistem rudal anti-pesawat, 3.484 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 499 peluncur roket ganda, 1.843 artileri lapangan dan senjata mortir, serta 3.528 unit kendaraan militer khusus Ukraina hancur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Bonus Atlet SEA Games Rp480 Miliar Dipastikan dari APBN
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
- Menkes Resmikan Ground Breaking CMU RSUP Sardjito
- Hari Jadi ke-73, DPRD Kulonprogo Anjangsana ke Panti Asuhan
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
- Pemda DIY Tegaskan UMP 2026 Sudah Jalan Tengah Buruh-Pengusaha
- Libur Nataru, Timbulan Sampah Sleman Capai 648 Ton
Advertisement
Advertisement




