Advertisement
Serangan Bertubi PDIP ke Ganjar: dari Barisan Celeng hingga Cuma Modal Medsos
Ganjar Pranowo. - Ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sering menjadi sasaran tembak elite PDI Perjuangan (PDIP). Serangan terhadap Ganjar tersebut diduga terkait dengan bursa pencalonan presiden (capres) pada Pilpres 2024. Ganjar dinilai sebagai pesaing Puan Maharani.
Dalam catatan Bisnis-jaringan Harianjogja.com, tokoh-tokoh yang secara tersirat maupun tersurat menyerang Ganjar antara lain Bambang 'Pacul' Wuryanto, Puan Maharani, hingga yang terbaru Trimedya Pandjaitan.
Advertisement
Bambang Pacul adalah tokoh yang paling vokal. Dia beberapa kali menyerang secara terbuka rekan separtainya itu. Salah satu yang disorot adalah ungkapan dia tentang 'Celeng.
BACA JUGA: Ganjar Disebut Ambisi Capres 2024, Disindir Kader PDIP soal Wadas dan Rob
Istilah 'Celeng' dalam gerakan itu sejatinya muncul tanpa sengaja. Semula, kata umpatan khas Jawa itu meluncur dari mulut Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang 'Pacul' Wuryanto untuk menyebut kader-kader banteng yang 'mbalelo' karena mendukung Ganjar untuk maju di Pilpres 2024.
"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” kata Bambang Pacul.
Puan Sindir Soal Medsos
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani saat menyampaikan pengarahan kepada seluruh kader di Jawa Tengah Mei tahun lalu.
Dalam pemgarahan itu seluruh kepala daerah di Jateng dari PDI Perjuangan, anggota DPR tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.
Beberapa kepala daerah yang merupakan kader partai berlambang banteng moncong putih ini tampak hadir antara lain, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Meskipun demikian, Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI Perjuangan dan saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah tidak diundang dalam acara tersebut.
Berdasarkan susunan acara yang beredar di kalangan media tertulis jika undangan kegiatan pengarahan oleh Puan Maharani ditujukan kepada kepala daerah dan wakil kader se-Jateng (kecuali gubernur).
Dalam arahannya, Puan meminta semua kader PDIP di Jateng untuk berjuang secara riil, apalagi jika kader tersebut saat ini menduduki jabatan sebagai pemimpin, maka perjuangan di lapangan sangat dibutuhkan.
"Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed," ujarnya.
Kinerja Dipertanyakan
Adapun anggota Komisi III DPR Trimedya Pandjaitan mempertanyakan kinerja Ganjar selama menjabat Gubernur Jateng. Dia bahkan membandingkan Ganjar dengan Puan Maharani.
Menurutnya, rekam jejak Ketua DPR Puan Maharani lebh jelas, mulai dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR ketika era oposisi SBY berhasil mengorganisir anggota, lalu menjadi Menko PMK juga berhasil mengordinasikan 7 kementerian dan kinerjanya baik, pun ketika menjadi Ketua DPR bisa memimpin di tengah kader-kader terbaik parpol di level pimpinan.
“Ganjar apa kinerjanya 8 tahun jadi gubernur selain main di medsos apa kinerjanya?,” ujar Trimedya dalam keterangan kepada wartawan seperti dikutip, Kamis (2/6/2022).
Dia juga mempertanyakan rekam jejak Ganjar di DPR dan sebagai gubernur yang bermasalah dengan kasus Wadas itu.
"Selesaikan Rob, berapa jalan yang terbangun, kemudian sekarang diramaikan kemiskinan di Jateng malah naik, tolong masyarakat juga apple to apple memperbandingkan,” kata Trimedya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 3 April 2026
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Rekening Donasi Dibuka untuk Warga Iran Terdampak Konflik
- Jadwal Misa Jumat Agung 2026 di DIY
- Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 3 April 2026, Padat Seharian Tarif Tetap
Advertisement
Advertisement









