Defisit Dagang Membengkak, Uni Eropa Negosiasi dengan China
Uni Eropa dan China menyepakati aturan perdagangan untuk mengendalikan ekspor mobil listrik, mempermudah ekspor tanah jarang, dan menekan defisit dagang.
Ilustrasi sabu-sabu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Selain Indonesia, banyak negara lain yang memberikan hukuman mati kepada pelaku kasus narkoba.
Perang terhadap narkoba memang tak cukup hanya dengan memperketat pengawasan saja, tapi juga harus dibarengi dengan hukuman berat bagi pelakunya.
Mayoritas negara memang memiliki peraturan tegas terhadap pelaku narkoba, seperti hukuman mati. Tentu saja ini untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya narkoba.
Indonesia termasuk negara yang memberlakukan hukuman mati terhadap pemilik atau pengedar narkoba. Tapi, meski punya aturan yang tegas, faktanya mafia narkoba kerap lolos dari jeratan hukum karena aparat penegak hukumnya masih bisa disuap. Bahkan kasus narkoba sering dijadikan alat untuk memeras tersangka oleh oknum aparat.
Baca juga: 7 Negara dengan Eksekusi Mati Terbanyak, Ribuan Nyawa Melayang Tiap Tahun
Merangkum dari beberapa, berikut 7 negara yang memberikan hukuman mati untuk kasus narkoba.
Indonesia salah satu negara yang memberikan hukuman mati untuk kasus narkoba. Hukuman mati ini biasanya diterapkan bagi para pengedar narkoba. Ada beberapa gembong narkoba yang sudah dijatuhi hukuman mati, seperti Muhammad Nasir, Hossein Salari Rashid, Junaidi, dan Freddy Budiman.
Negara selanjutnya adalah Iran. Bagi seseorang yang ketahuan dan tertangkap menggunakan narkoba di Iran, akan didenda bahkan dijatuhi hukuman mati.
Masyarakat China yang menggunakan narkoba akan langsung diberikan fasilitas rehabilitasi yang dikelola oleh pemerintah. Ada pula hukuman eksekusi yang diberikan bagi pelaku pengguna narkoba, namun biasanya ini terjadi bagi mereka yang mengedarkan narkoba dengan jumlah yang cukup besar.
Ada pula Malaysia yang menerapkan hukuman mati bagi para penjual dan pengedar narkoba. Namun bila ketahuan memiliki narkoba akan didenda, atau bagi warga asing akan dideportasi.
Singapura salah satu negara yang masyarakatnya sangat mematuhi aturan. Bagi mereka yang mengonsumsi narkoba akan ditangkap dan dilakukan rehabilitasi. Namun bila tertangkap polisi karena menjual narkoba akan dijatuhi hukuman mati.
Vietnam salah satu negara yang sangat serius menangani kasus penyalahgunaan narkoba. Bila seseorang terbukti memiliki narkoba sebanyak 1,3 pon heroin, negara tersebut tak sungkan untuk segera mengeksekusi mati.
Saudi Arabia juga salah satu negara yang memberikan hukuman mati kepada warganya. Negara dengan mayoritas Islam itu memang melarang masyarakatnya untuk menggunakan barang haram narkoba. Bila ketahuan, aparat hukum Saudi Arabia langsung mengeksekusi pelaku.
Namun bila mengonsumsi dan memiliki alkohol, akan dihukum cambuk di depan banyak orang, didenda, dipenjara, hingga dihukum mati.
Berita ini sudah tayang di Okezone dengan judul "7 Negara yang Memberikan Hukuman Mati untuk Kasus Narkoba Termasuk Indonesia".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Uni Eropa dan China menyepakati aturan perdagangan untuk mengendalikan ekspor mobil listrik, mempermudah ekspor tanah jarang, dan menekan defisit dagang.
KPK menyita Toyota Land Cruiser milik Arif Sugiyanto yang diduga digunakan untuk pengumpulan uang dalam kasus korupsi ATR/BPN.
BNPB mencatat karhutla di kawasan Tanjung Puting mencapai 513,89 hektare. Asap tebal menghambat pemadaman melalui udara di Kalteng.
Simak sinopsis Insidious: Out of the Further, film horor tentang Gemma yang bisa memasuki The Further dan membawa makhluk gaib ke dunia nyata.
Sleman masih kekurangan 83.726 lampu jalan. Anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar pada 2027.
Pegadaian meraih peringkat kedelapan dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 sebagai salah satu BUMN dengan layanan terbaik berkat transformasi digital dan p