Advertisement
Korban Dditemukan, Operasi SAR Longsor Sampah Bantargebang Ditutup
Foto udara sejumlah alat berat beroperasi saat melakukan pencarian korban longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026) malam. ANTARA FOTO - Darryl Ramadhan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Seluruh korban longsor sampah di TPST Bantargebang akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta memastikan operasi pencarian korban longsor sampah di TPST Bantargebang resmi dihentikan setelah tidak ada lagi laporan korban hilang.
Korban terakhir longsor sampah di TPST Bantargebang ditemukan pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB oleh tim SAR gabungan. Korban yang ditemukan tersebut teridentifikasi bernama Riki Supriadi (L/40) dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sebelum dievakuasi menuju RS Polri Kramat Jati.
Advertisement
"Pukul 23.30 WIB, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban yang teridentifikasi bernama Riki Supriadi (L/40) dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi menuju RS Polri Kramat Jati," kata Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Desiana Kartika Bahari menjelaskan bahwa setelah pukul 00.00 WIB, operasi pencarian dan pertolongan korban longsor sampah di TPST Bantargebang secara resmi ditutup karena seluruh korban telah ditemukan dan tidak ada lagi laporan orang hilang.
BACA JUGA
Berdasarkan data terakhir, jumlah korban longsor sampah di TPST Bantargebang tercatat sebanyak 13 orang dengan rincian korban selamat dan korban meninggal dunia.
Data korban selamat longsor Bantar Gebang:
- Budiman (L)
- Johan (L)
- Safifudin (L)
- Slamet
- Ato
- Dofir
Data korban meninggal dunia longsor Bantar Gebang:
- Enda Widayanti (25 Tahun) (P) – pemilik warung
- Sumine (60 tahun) (P) – pemilik warung
- Dedi Sutrisno (Karawang) (L) – sopir truk
- Irwan Supriatin (L) – sopir truk
- Jussova Situmorang (P/38)
- Hardianto (L)
- Riki Supriadi (L/40)
Peristiwa longsor sampah di TPST Bantargebang tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menilai kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi pengelolaan sampah di Jakarta.
"Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan dilakukan sesuai aturan. TPST Bantargebang harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk segera berbenah demi keselamatan jiwa manusia dan kelestarian lingkungan," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurut Hanif Faisol Nurofiq, longsor sampah yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) dan menyebabkan korban jiwa tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan sampah di Jakarta yang tidak boleh lagi diabaikan.
Ia menilai peristiwa longsor sampah di TPST Bantargebang harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan praktik pengelolaan sampah dengan metode open dumping yang berpotensi membahayakan warga maupun petugas.
Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup melalui KLH/BPLH telah memulai proses penyidikan menyeluruh serta penegakan hukum terkait pengelolaan sampah di ibu kota agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa.
Hanif juga menyebut kondisi TPST Bantargebang sebagai fenomena “gunung es” dari persoalan pengelolaan sampah di Jakarta. Lokasi tersebut diketahui telah menampung sekitar 80 juta ton sampah selama 37 tahun sehingga beban penumpukan sampah kini berada dalam kondisi kritis.
Penggunaan metode open dumping di TPST Bantargebang, menurut Hanif, dinilai tidak lagi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 karena sistem tersebut tidak mampu mengurangi risiko keselamatan bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
Advertisement
Advertisement







