Advertisement

Waduh, Ilmuwan Temukan Subvarian Omicron yang Bisa Picu Gelombang Baru Covid-19

Newswire
Minggu, 01 Mei 2022 - 18:47 WIB
Sugeng Pranyoto
Waduh, Ilmuwan Temukan Subvarian Omicron yang Bisa Picu Gelombang Baru Covid-19 virus corona/ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOHANNESBURG-Ilmuwan Afrika Selatan menemukan dua keturunan baru varian Virus Corona Omicron mampu menghindari antibodi dari infeksi sebelumnya dengan cukup baik. Kondisi ini bisa memicu gelombang baru Covid-19.

Namun demikian, kedua subvarian itu kurang mampu berkembang dalam darah orang yang telah menerima vaksin Covid-19.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Para ilmuwan dari berbagai institusi di Afsel menguji subvarian BA.4 dan BA.5 Omicron, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dimasukkan ke dalam daftar pengawasan bulan lalu.

Mereka mengambil sampel darah dari 39 peserta studi yang sebelumnya terinfeksi Omicron ketika varian itu pertama kali muncul akhir tahun lalu.

Dari ke-39 orang itu, 15 di antaranya telah divaksinasi –delapan dengan vaksin Pfizer, tujuh dengan J&J– sedangkan 24 orang lainnya belum menerima vaksin.

"Kelompok tervaksinasi menunjukkan kapasitas penetralisasi sekitar lima kali lebih tinggi… dan seharusnya jauh lebih terlindungi," demikian menurut studi yang laporan pra-cetaknya dirilis akhir pekan ini.

Pada sampel yang belum divaksin, ada penurunan hampir delapan kali produksi antibodi ketika terpapar BA.4 dan BA.5, dibandingkan dengan varian Omicron asli BA.1. Darah dari kelompok tervaksinasi menunjukkan penurunan tiga kali lipat.

Afsel kemungkinan akan memasuki gelombang kelima Covid-19 lebih awal dari perkiraan, kata pejabat dan ilmuwan pada Jumat (29/4/2022).

Mereka menyalahkan kondisi itu pada kenaikan infeksi berkelanjutan yang tampaknya dipicu oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Baru sekitar 30% penduduk Afsel yang berjumlah 60 juta orang telah menerima vaksinasi penuh.

"Berdasarkan [kemampuan untuk] menghindari netralisasi, BA.4 dan BA.5 berpotensi menyebabkan gelombang infeksi baru," kata studi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pembuangan Sampah ke Depo di Sleman Masih Lebih Longgar

Sleman
| Selasa, 07 Februari 2023, 17:17 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement